Pada Hari Jumat 18 Desember 2020 kemarin, pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) aplikasi Sistem Informasi Pemantauan Konstruksi.

Peluncuruan aplikasi teranyar ini ditandai dengan Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menekan tombol melalui scan (pindai).

Basuki mengatakan, apapun pengembangan digital yang telah ada saat ini tetap harus memperhatikan kualitas hunian yang dibangun, tidak hanya mengejar target volume hunian.

“Semua itu, memang kita sekarang harus cepat. Tapi, kita tidak hanya mengejar volume (target) saja, Alhamdulillah diingatkan kembali (tentang) kualitas (rumah),” ungkap Basuki dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP) dan peluncuran SiPetruk, Jumat (18/12/2020).

Kualitas bangunan yang dimaksud adalah berupa kelaikan hunian yakni, kenyamanan, kesehatan, keselamatan, keamanan, dan kemudahan serta memenuhi persyaratan tata bangunan yang mampu menciptakan perumahan sehat dan berkelanjutan.

Basuki menegaskan, Kementerian PUPR memiliki tanggung jawab kepada customer (pelanggan) karena FLPP kan dananya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dia berpesan, dalam pembangunan rumah bersubsidi tersebut tidak hanya harus sampai kepada penerima bantuan tetapi kualitas bangunannya juga harus dapat dipertanggungjawabkan.

Aplikasi SiPetruk akan terintegrasi dengan aplikasi yang sebelumnya telah dikembangkan yakni, Sistem Informasi Kumpulan Pengembang ( SiKumbang) dan Sistem informasi KPR Subsidi Perumahan ( SiKasep).

Aplikasi SiPetruk ini cara kerjanya adalah dengan memeriksa kelayakan hunian yang didirikan oleh temen-temen dari kalangan developer/ pengembang. Dalam pengembangan sistem ini, PPDPP bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dengan konsep kemitraan dari Manajemen Konstruksi (MK) yang akan terjun langsung di lapangan.

Jadi teknisnya begini, MK akan berkunjung ke lapangan sesuai dengan pengajuan pemeriksaan dari para developer perumahan. MK akan berpedoman pada siteplan digital yang diajukan para deloper melalui aplikasi SiKumbang.

Dengan demikian, para developer tidak perlu lagi repot-repot menyiapkan tim pengawas bangunan. Cukup dengan memberikan notifikasi lewat aplikasi SiPetruk terkait rumah yang sedang dibangun untuk terus dipantau dalam jangka waktu 3 bulan.

Dari pemeriksaan tersebut, MK akan memberikan laporan penilaian yang terkonek langsung secara sistem oleh PPDPP. Tujuan dari aplikasi SiPetruk adalah untuk memastikan setiap hunian yang dibangun oleh developer sudah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *