Keberadaan Bank Tanah atau istilah inggrisnya landbanking ternyata sangat penting buat kelancaran berbagai macam program pembangunan. Lha gimana tidak, pertanahan kan masih menjadi kendala besar buat pembangunan, baik itu hunian maupun infrastruktur. Mau bikin apa gitu tapi lahannya ga ada, yo angel.

Menurut Arief Sugoto, Sekjen Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), paling tidak konsep dan skema bank tanah ada enam fungsi penting yaitu antara lain perencanaan, pengadaan, perolehan, pemanfaatan, pengelolaan dan pendistribusian

Di sisi lain, Himawan melanjutkan, aspek-aspek lain seperti aspek sosial, kepentingan umum, pembangunan nasional, konsolidasi lahan, pemerataan ekonomi serta agraria juga harus diperhatikan. Kemudian, Kementerian ATR/BPN berperan sebagai regulator tata ruang dan regulator administrasi pertanahan.

Kehadiran bank tanah sebagai land manager akan dibentuk badan pengelola tanah. Kenyataannya secara de facto konsep pada konsep kepemilikan tanah negara pemerintah hanya memainkan peran sebagai land administrator saja. Pemerintah tidak dapat mengendalikan tanah tersebut alias fungsi eksekutornya belum ada.  

Biar pemerintah punya fungsi eksekutor maka harus ada solusinya, nah pembentukan bank tanah menjadi Badan Pengelola Bank Tanah adalah salah satu solusinya. Nantinya, bank tanah yang berfungsi sebagai land manager ini dalam kegiatan pengelolaan tanah secara konseptual harus membuat kebijakan dan strategi optimalisasi pemanfaatan dan penggunaan tanah. Bank tanah juga akan mengarahkan pengembangan penggunaan tanah. Jadi sudah ga ngurusi administrasi tok lagi.

Dengan adanya bank tanah ini juga akan turut mewujudkan opportunity yang cocok dengan spirit Undang-undang Cipta Kerja, yaitu punya standar perubahan kemudahan investasi. Tidak hanya kemudahan investasi tapi juga ready to invest sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan serta menciptakan pertumbuhan ekonomi.

“Sekarang ini pemerintah sangat kesulitan sehingga harus mengubah konsesi Hak Guna Usaha (HGU) yang ujungnya menghambat proses bisnis maupun pembangunan. Kalau nanti kiita sudah punya bank tanah akan bisa membuat perencanaan, untuk pengembangan kawasan industri, pelabuhan, perumahan, perkebunan, dan lainnya bisa lebih diatur dengan lebih baik,” papar Himawan.

Disadur dari rumah.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *