Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kepincut dengan program perumahan pemerintah melalui bantuan pembiayaan KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Terbukti dengan tingginya penyerapan maupun penyaluran KPR FLPP di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 ini.

Hal ini tampak dari terus meningkatnya penyaluran KPR FLPP oleh Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menurut Arief Sabaruddin, Direktur Utama PPDPP, target penyaluran FLPP pada tahun ini terhitung hingga pekan kemarin telah hampir mencapai 100 persen.

“Persisnya penyaluran dana FLPP telah mencapai 99,12 persen dari target pada tahun ini yang ditetapkan pemerintah sebanyak 102.500 unit rumah. Artinya, PPDPP telah menyalurkan pembiayaan untuk 101.600 unit rumah senilai Rp10,408 triliun, total penyaluran yang telah kami lakukan sejak tahun 2010 lalu mencapai 757.202 unit rumah senilai Rp54,77 triliun,” ungkapnya.

Bila ditilik dari anggaran yang dikeluarkan dengan jumlah unit yang terbangun maka ada sedikit perbedaan capaian pada tahun ini. Dilihat dari besaran anggarannya baru sampai 94,62 persen tapi jika dilihat dari penyaluran dana FLPP telah mencapai di atas 99 persen. Karena itulah, jumlah unit yang bisa disalurkan pada tahun ini akan lebih besar yaitu mencapai 107.600 unit.

Arief juga menyebut, pada sisa tahun 2020 ini PPDPP masih memiliki beberapa agenda penting yang akan dijalankan guna membuat penyaluran pada tahun anggaran 2021 besok bisa lebih baik lagi. Untuk memudahkan MBR maupun perbankan terkait proses pengajuan program FLPP, PPDPP akan meluncurkan sistem aplikasi terbaru.

PPDPP akan meluncurkan sistem aplikasi e-FLPP V.2 pada akhir bulan November ini yang merupakan penyempuranaan dari e-FLPP V.1. Peningkatan layanan FLPP bakalan bikin bank penyalur cukup menjalankan empat langkah untuk mengajukan berkas calon penerima dana FLPP.

Cukup tinggal login aja di website resmi PPDPP terus klik beberapa pilihan seperti cek berkas calon penerima dana FLPP. Langsung deh, pihak PPDPP memberikan persetujuan berkas dan pendandatanganan digital sehingga berkas permintaan pembayaran dana FLPP dan proses lainnya bisa dilakukan secara one day service, sehari jadi lah gitu.

PPDPP juga akan merilis aplikasi baru di tahun 2020 ini yaitu Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) supaya produk perumahan yang dibuat oleh kalangan pengembang terjamin telah memenuhi persyaratan yang ditentukan serta menjamin MBR memperoleh produk perumahan yang berkualitas. PPDPP juga masih akan bekerjasama dengan kalangan perbankan maupun lembaga keuangan guna menyalurkan dana FLPP.

“Masih banyak hal yang akan kami lakukan untuk memudahkan proses program KPR FLPP ini. Hal ini juga tidak terlepas dari tugas dan kepercayaan besar kepada kami untuk mengelola anggaran yang lebih besar lagi. Tahun depan anggaran FLPP mencapai Rp19,1 triliun untuk 157.500 unit sehingga kinerja perlu terus ditingkatkan termasuk bank penyalur juga harus bisa meningkatkan kinerjanya,” papar Arief.

Disadur dari rumah.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *