Program bedah rumah ala-ala pemerintah ini jadi andalannya Kementerian PUPR. Program dengan skema cash for work ini memberikan bantuan Rp 17,5 juta per unit rumah dan sukses mendorong daya beli masyarakat ketika pandemi Covid-19.

Program bedah rumah atau nama resminya program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) ini terus-terusan digenjot sama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Program bedah rumah ini sudah bikin kawasan hunian yang tak layak jadi lebih layak ditambah menjadi bantalan perekonomian yang tersendat karena pandemi covid-19.  

Program bedah rumah ini masih akan diteruskan bahkan alokasi budgetnya akan diperbesar hingga tahun anggaran 2021 mendatang lantaran program ini sukses menggerakkan perekonomian masyarakat di akar rumput.

Menurut pak Menterinya Kementerian PUPR, Basuki Hadimuljono, tahun ini budget program bedah rumah alokasinya sampai Rp4,68 triliun dan sampai 18 September 2020 kemarin realisasinya sudah menyentuh 84,3 persen senilai Rp3,95 triliun. Program ini juga telah sukses menyerap tenaga kerja sebanyak 252.443 orang.

“Program yang dijalankan dengan model cash for work ini telah berhasil mempertahankan daya beli masyarakat di tengah pandemi ini dan bisa mengurangi angka pengangguran di daerah-daerah. Ini merupakan betuk perhatian pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk menghuni rumah yang layak sekaligus membuka lapangan pekerjaan untuk para tukang dan toko material bahan bangunan. Semoga program ini bisa meningkatkan kualitas hidup para penerimanya dengan rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman,” ungkap dia.

Di sejumlah lokasi, Kementerian PUPR menambah alokasi dananya sesuai usulan dari pemerintah daerah. Misalnya di Provinsi Sulawesi Tengah, alokasi dana yang ditambah mencapai 961 unit untuk lima kabupaten. Sebelumnya, Provinsi Sulawesi Tengah telah mendapaktkan 4.000 unit program bedah rumah sehingga totalnya jadi 4.961 unit.

Kabupaten yang dapat tambahan alokasi program ini antara lain yakni Kabupaten Banggai sebanyak 300 unit, Kabupaten Parigi Moutong ada 200 unit, Kabupaten Banggai Kepulauan 125 unit, Kabupaten Morowali 100 unit dan terakhir Kabupaten Morowali Utara 236 unit.

Total budget tambahan buat lima kabupaten ini senilai Rp86,81 miliar dan pengerjaan fisiknya sudah mencapai 76,04 persen yang ditargetkan pada akhir tahun ini bisa selesai.

“Alokasi anggaran untuk proram peningkatan kualitas rumah ini mencapai Rp15 juta untuk material bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang sehingga totalnya Rp17,5 juta untuk setiap unit rumah. Tapi masyarakat tidak menerima langsung uangnya tapi berupa material bahan bangunan,” tambah Basuki.

Disadur dari rumah.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *