Buat kamu-kamu yang jadi karyawan swasta dan gajinya diatas 8 juta, ada kabar gembira buat kalian nih, eits bukan ekstrak manggis lho ya. Tapi, kalian bisa ikut jadi peserta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Adi Setianto selaku Komisioner BP Tapera bilang, karyawan swasta yang gajinya di atas ketentuan pemerintah memiliki potensi yang besar jadi peserta tapera. Termasuk kamu-kamu generasi milenial dan juga fresh graduate yang pengen beli rumah.

“Mereka bisa menjadi peserta Tapera. Kami tengah menyiapkan mekanismenya, bekerja sama dengan PT Sarana Multi Griya Finansial (SMF),” ungkap Adi, dalam webinar “75 Tahun Indonesia Merdeka: Properti Penggerak Perekonomian Nasional”, Kamis (17/9/2020) kemarin.

Fyi, kategorisasi kepesertaan BP Tapera berlandaskan pada Keputusan Menteri PUPR Nomor 242/KPTS/M/2020 tentang Batasan Penghasilan Kelompok Sasaran, Lama Masa Subsidi, Besaran Suku Bunga, dan Jangka Waktu Kredit Pemilikan KPR Bersubsidi.

Salah satu aturannya adalah soal batasan maksimal pendapatan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) biar dapat mengakses KPR Sejahtera Tapak dan KPR Sejahtera Susun, yaitu Rp 8 juta per bulan.

Aturan tersebut diterbitkan pada Selasa, 24 Maret 2020 dan mulai berlaku pada Rabu 1 April 2020.

Di sisi lain, jumlah karyawan swasta dengan pendapatan lebih dari Rp 8 juta per bulan selaras dengan populasi kelas menengah yang sampai puluhan juta.

Ada pun sinergi PT SMF dengan BP Tapera dilakukan dalam skema pemupukan dan pemanfaatan dana. 

Pada skema pemupukan, BP Tapera beserta SMF akan merilis surat berharga. Dana yang berhasil dipupuk ini bakalan dimanfaatkan buat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

“Tentunya suku bunga KPR yang ditetapkan harus lebih rendah dibanding suku bunga komersial yang berlaku di pasar,” lanjut Adi.

Dengan tawaran KPR ini, dia berharap karyawan swasta dari segmen ini tertarik untuk jadi peserta Tapera.

Kalau seperti itu kan potensi total dana yang akan terhimpun senilai Rp 50 triliun hingga lima tahun ke depan bisa terealisasi.

Seperti yang disampai Ananta Wiyogo, Direktur Utama SMF, bahwa kerja sama dengan BP Tapera bisa dimulai melalui skema pemupukan.

“Untuk itu pada skema pemupukan kami bisa bekerja sama, karena SMF rajin mengeluarkan surat utang dan juga efek beragun aset dengan rating bagus,” ujar Ananta melalui seminar daring, Kamis (16/7/2020).

BP Tapera bisa menanamkan dana yang dipunyainya pada efek yang diterbitkan oleh SMF.

Dana dari peserta Tapera akan dipupuk dengan jalan diinvestasikan ke dalam instrumen-instrumen investasi yang dipastikan aman.

Terus, dana ini akan dipakai oleh SMF untuk penyaluran KPR melalui perbankan, baik syariah, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan perusahaan multifinansial.

Sedangkan untuk skema pemanfaatan, jika diperlukan, SMF dapat membantu mengevaluasi perbankan yang bertugas menyalurkan dana ke peserta Tapera.

Selama ini, kegiatan tersebut sudah dilakukan perusahaan, karena SMF juga melakukan refinancing atau menyalurkan pinjaman kepada bank-bank penyalur KPR.

“Kami bisa mengevaluasi credit risk dari tiap-tiap penyalur KPR itu,” pungkas dia.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *