Perkampungan di Jakarta Cocok Buat Hunian TOD

Pemerintah itu lagi mendorong konsep hunian Transit Oriented Development alias TOD dan sudah menyiapkan 24 rencana titik pengembangan dari sistem jaringan perkeretaapian buat menyelesaikan masalah kemacetan di area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur).

Monica Koesnovagril, Advisory Sales Colliers International Indonesia menuturkan, tantangan terbesar pengembangan hunian TOD itu ya soal tanah dan harga, soal ketersediaan lahan yang harganya murah.

Dia mengatakan, prinsip dari hunian TOD ini adalah mengintegrasikan seluruh aspek, meminimalisir pemakaian kendaraan pribadi, ramah lingkungan dan yang pualing penting itu bisa merubah perilaku penghuni.

Mengacu pada prinsip ini, lanjut dia, ga heran sampai detik ini ga ada pengembangan di Indonesia, terutama Jakarta yang bisa dibilang sesuai dengan prinsip TOD.

Padahal menurut Faela Sufa seorang Direktur AsiaTenggara Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, kampung-kampung di kota khususnya di kota metropolitan Jakarta sudah memenuhi prinsip TOD terutama kepadatan.

Kan fasilitas di kampung-kampung Jakarta sudah komplit, fasilitas pendidikan ada, kesehatan ada, halte bus dan angkot ada, sampai taman dan ruang terbuka juga sudah ada. Ga cuman itu, perkampungan kan biasanya juga terkonek  dengan berbagai macam layanan seperti sekolah, pasar maupun fasilitas kesehatan.

Bahkan Faela menilai, jalanan di kampung bisa dilalui oleh anak-anak dan wanita secara aman. Kampung di kota besar kan biasanya punya jaringan jalan yang gampang dilewati baik itu dengan jalan kaki atau gowes pake sepeda.

Perkampungan apalagi yang di Jakarta, lanjut dia, juga dekat dengan halte transportasi publik seperti Trans Jakarta atau moda transportasi yang lainnya.

Dengan begitu, Faela mengungkapkan kalau kampung di Jakarta sudah bisa disebut sebagai area yang memenuhi unsur dasar pengembangan TOD, yaitu seperti walk atau jalan kaki, cycle atau gowes, dan connect atau konek.

Prinsip pertama adalah walkability maksudnya enak, ramah buat pejalan kaki gitu lho. Faela bilang, area hunian berbasis TOD harus bisa mempromosikan, harus memasyarakatkan gaya hidup atau kebiasaan jalan kaki. Jadi ga dikit-dikit naek motor gitu lho

Prinsip kedua yaitu cycle atau memprioritaskan transportasi non-motor, maksudnya gowes gitu lho mumpung lagi musim gowes ini.

Menurut dia, penghuni harus bisa kemana-mana hanya dengan jalan kaki, ga perlu naik mobil atau motor.

Kemudian, hunian berbasis TOD juga harus terkoneksi, nyambung antara wilayah satu dengan wilayah lainnya. Selain tiga prinsip tadi, idealnya juga menerapkan prinsip lainnya seperti transit atau akses dari rumah ke stasiun, halte, transportasi publik yang bisa dijangkau dengan jalan kaki.

Prinsip selanjutnya adalah mix atau pembauran. Menurut Faela, maksudnya adalah sebaiknya berdekatan dengan fasilitas publik setelah itu ada densify atau memaksimalkan kepadatan di tengah kota.

Kemudian compact atau pembangunan wilayah yang memiliki jarak kebutuhan perjalan pendek. Terus ada shift atau peningkatan mobilitas penghuni lewat penataan parkir dan kebijakan pemanfaatan lahan.

“Itu (kampung) kan sudah compact sebenarnya, cuma dia enggak tinggi. Kampung yang datang dari dia sendiri itu kan biasanya di situ dekat pasar, ada puskesmas gitu. biasanya kan puskesmas adanya di kampung bukan perumahan,” ucap Faela kepada Kompas.com, Jumat (10/7/2020).

Cuma, masih ada beberapa yang perlu dibenahi dari kampung-kampung di Jakarta dan salah satunya  adalah aksesibilitas. Menurut Faela, jalanan di perkampungan kan bisa ditutup biar bisa dinikmati oleh warga setempat.

“Orang kampung biasanya kan bekerja dekat dengan rumahnya. Jadi mungkin dia malah bisa berjalan kaki di situ, abis itu bersepeda,” kata Faela.

Hal ini diharapkan bisa bikin warga dapat menikmati ruang-ruang terbuka yang ada di sekitaran tempat tinggal mereka.

“Jadi jangan bayangin TOD itu apartemen mewah dan lain sebagainya,” kata Faela.


Disadur dari kompas.com

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.