Apartemen Mewah itu terdengar begitu wow ya beda sama kosan di gang sempit wkwkwk. Kali ini kita akan sedikit mengulas tentang dunia perapartemenan, tentang perbandingan perkembangan apartemen di Jakarta dan luar negeri.

Oh ya, luar negeri kan banyak ya jadi kita ambil dari beberapa tempat aja yang deket-deket aja kali yak, ga usah jauh-jauh kan lagi pandemi hehe.  

Anton Sitorus selaku Direktur Riset dan Konsultansi Savills Indonesia bilang, yang bikin perkembangan apartemen mewah di Jakarta agak seret itu ada dua yang utama yaitu soal regulasi yang membatasi kepemilikan oleh orang asing dan pajak.

Orang asing dan ekspatriat yang tinggal di Indonesia mengalami kesusahan kalau mau beli apartemen di Jakarta, lha wong hampir setiap pengembangan sejauh ini belum pernah dibangun di atas sertifikat tanah Hak Pakai.

Padahal, Jakarta termasuk murah lho ditambah kualitas pengembangan yang ditawarkan di sebagian besar proyek sangat sebanding atau bahkan lebih bagus daripada kota-kota lain di dunia.

“Ini sebenarnya memberikan dasar yang baik bagi Jakarta untuk bersaing guna menarik pembeli atau investor asing,” ungkap Anton dalam keterangannya kepada Kompas.com, Rabu (15/7/2020).

Kemudian soal pajak yang cukup tinggi sebagaimana diketahui pembeli dikenai Pajak Penjualan Barang Mewah (PPNBM) 20 persen  dari harga apartemen mewah di atas Rp 30 miliar. Sebelumnya, pembeli cuma kena pajak Rp 10 miliar.

Dua kendala ini lah yang bikin daya saing Jakarta kalah kalau dibandingin sama kota lain do negara tetangga seperti Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, Manila, Ho Chi Minh dan Hong Kong.

Alhasil, para sultan di Indonesia atau Ultra High Net Worth Individual (UHNWI) yang justru belanja properti di kota-kota tersebut.

Sebagai ekonomi terbesar di ASEAN dan negara berkembang, Jakarta punya potensi untuk menarik bisnis investor asing buat berekspansi di sini.

Dengan begitu permintaan buat hunian berkualitas dan berstandar internasional akan terus tumbuh dan karena itulah pasar apartemen mewah dianggap jadi investasi prospektif dalam jangka panjang.

Fyi, Berikut adalah perbandingan harga, pajak, dan regulasi kepemilikan apartemen mewah di Jakarta dan luar negeri.

  Jakarta Bangkok Kuala Lumpur Singapore Hong Kong
Average Price Starts from USD 2,800 per sq m Starts from USD 4,750 per sq m Starts from USD 5,064 per sq m Starts from USD 14,400 per sq m Starts from USD 18,270 per sq m
Taxation 20% Luxury Tax (PPNBM)   No difference in property tax for locals and foreigners No additional tax for luxury   No difference in property tax for locals and No additional tax for luxury   Foreigners have higher tax than locals No additional tax for luxury   Foreigners have higher tax than locals No additional tax for luxury   No difference in property tax for locals and
Foreign Price Hak Pakai (Right of Use) title with minimum price of Rp 1 billion or around USD 70,000 per unit Freehold without minimum price, but foreigner ownership in a project limited up to 49% only. Freehold with minimum price of RM 600 or around USD 144,000 per unit. Leasehold no minimum property price Leasehold no minimum property price

Disadur dari Kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *