Ada sebidang lahan di sebuah lokasi yang berpotensi digarap menjadi komplek hunian. Maka dilakukan audit kompetitor.

Kompetitor 1 menawarkan konsep premium dengan fasilitas sangat berlimpah. Mulai dari jogging track, kolam renang, lapangan tenis, hingga fitur keamanan nan canggih. Harga yang dibandrol juga tentu sesuai.

Kompetitor 2 konsepnya standar saja. Tanpa fasilitas macem-macem. Meski konsep dan desain tetap caem. Harga lebih terjangkau.

Lalu gimana strategi kita yang baru mau masuk persaingan?

Ngejar kompetitor 1 rasanya sulit. Dia masuk duluan dan mungkin dapet lahan di harga bawah. Ikut kompetitor 2 ya produk kita jadi komoditas. Red ocean. Nyusahin diri sendiri dan nyusahin orang.

Padahal idealnya..

Kita bisa bikin produk sekelas kompetitor 1. Tapi dengan harga setara kompetitor 2. Sehingga menang dua kali.

Lalu gimana solusinya?

Tetep aja di strategi ideal.

Tapi, kan hitungan keuangannya gak ngejar?

Gak papa. Jangan pake hitungan keuangan aja. Pake juga hitungan marketing. Modifikasi strateginya.

Keuangan tugasnya mengawal fakta. Marketing ranahnya mengemas persepsi.

Jadinya..

Bikin produk SEOLAH-OLAH sekelas kompetitor 1 tapi dengan harga SEOLAH-OLAH setara kompetitor 2.

Gak mesti benar-benar sama atau riil. Ingat bahwa salah satu prinsip dasar dalam marketing adalah PERCEPTION is REALITY.

Orang tidak pernah benar-benar membeli produk. Tapi membeli apa yang mereka persepsikan atau persepsi mereka sendiri terhadap produk.

Demikian. Mohon maaf atas segala kekurangan ^_^

Zidni Ilman

Presiden YukBisnisProperti


Ribuan orang telah bergabung dengan komunitas YukBisnisProperti.org. Sekarang giliran Anda. Dapatkan FREE EBOOKS dan KESEMPATAN untuk bergabung dalam bisnis dan investasi properti dari rekanan YukBisnisProperti.org. Join segera!

Categories: Marketing

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *