Sedang merasa kesulitan dalam pemasaran dan penjualan properti? Butuh solusi instan saat ini?

Sama. Kami juga ^_^

Bisa jadi kita lupa empat tahapan mendasar ini. Monggo disimak. Barangkali bisa menjadi inspirasi. Sukur-sukur provokasi.


Pemasaran dan kemudian penjualan adalah sebuah rangkaian pekerjaan yang terdiri dari urutan bagian-bagian dan tahapan-tahapan yang tidak terpisahkan.

Karenanya, tidak bisa ujug-ujug kejadian. Perlu direncanakan dan diskenariokan.

  1. Awareness

Berasal dari kata aware yang artinya mengetahui, menyadari, “ngeh”.

Target market yang kita bidik, harus tahu dulu keberadaan produk atau bisnis kita. Mereka perlu tahu atau dibuat tahu dulu bahwa produk kita ada.

Gak mungkin kita jualan sesuatu yang tidak dikenal atau tidak diketahui. Orang belum tau, belum kenal, ujug-ujug kita “jualin”. Kemungkinan besar lari. Bukan beli malah takut.

Maka di sini, edukasi menjadi sangat sangat penting. Edukasi adalah INVESTASI.

  1. TRUST

Kalau sudah TAHU buat menjadi SAYANG.

Kenapa? Karena tak kenal maka tak sayang. Kalau tak sayang? Maka tak beli.

Kan sudah sering kita bahas bahwa orang membeli bukan semata karena produk. Bahkan orang tidak benar-benar membeli produk. Tapi membeli apa yang mereka persepsikan terhadap produk. Membeli persepsi mereka sendiri.

Dalam pemasaran berlaku “perception is reality”.

Itulah sebabnya konon brand besar lebih mudah jualan.

Maka kalau konsumen sudah kenal, langkah berikutnya adalah bangun hubungan baik. Jalankan customer relation. Maintain.

Orang tidak akan beli dari sumber yang tidak mereka percaya. No trust no selling.

Jika tidak percaya, coba telusuri kronologi transaksi pembelian yang Anda lakukan terakhir. Kenapa membeli dari sumber atau vendor yang Anda pilih?

  1. CONSIDERATION

Kalau sudah percaya, konsumen atau cabuy akan mulai mempertimbangkan produk Anda.

Tapi jangan geer dulu.

Mereka juga punya alternatif lain. Maka di sini mulai edukasi kelebihan dan antisipasi keberatan dengan pola-pola handling objection yang bisa dipelajari dari berbagai sumber.

  1. CONVERSION

Kalau tiga langkah di atas sudah bisa dilewati dengan baik, saatnya monetasi atau closing.

Pendekatan sudah, waktunnya menyatakan cinta.

Berikan penawaran yang sedemikian menariknya sehingga tidak dapat ditolak.

Misalnya harga murah paling hemat di kelasnya, kualitas terbaik, hadiah atau bonusnya (seolah-olah) banyak, dan seterusnya.

Tambahkan dengan kelangkaan. Misalnya, penawaran terbatas, berlaku hanya hingga waktu tertentu atau senin harga naik dan seterusnya.

Pertanyaannya..

Apakah wajib harus seperti ini tahapannya? Tidak juga.

Lalu seperti apa yang terbaik jika ini tidak wajib? Seperti apa saja boleh yang penting CLOSING.

Mana di antara 4 tahapan di atas yang paling penting? 2 yang pertama.

Selamat mencoba.

Zidni Ilman

Presiden Yukbisnisproperti


Ribuan orang telah bergabung dengan komunitas YukBisnisProperti.org. Sekarang giliran Anda. Dapatkan FREE EBOOKS dan KESEMPATAN untuk bergabung dalam bisnis dan investasi properti dari rekanan YukBisnisProperti.org. Join segera!

Categories: Marketing

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *