Kredit macet adalah salah satu resiko yang dihadapi bank dan lembaga pembiayaan dalam penyaluran pembiayaan atau penyaluran pinjaman.

Kredit macet dikenal juga dengan istilah non performing loan, suatu fasilitas pembiayaan atau pinjaman dikategorikan macet atau NPL jika pembayaran cicilan tertunggak lebih dari 90 hari.

Tunggakan dibawah 90 hari fasilitas dikategorikan sebagai DIRAGUKAN, ragu ragu apakah akan lancar atau ragu akan menjadi kredit macet.

Kredit macet selain menjadi resiko bank, atau lembaga pembiayaan, juga merupakan resiko petugas bank yang menangani kredit, mulai dari pengusul, pemroses, penilai resiko, pemutus hingga pejabat operasional kredit.

Jika terjadi sebuah kredit macet, dosa-dosa seluruh bagian terkait akan di telanjangi oleh tim pengawas bank atau auidt, dosa kecil pun akan berakibat fatal bagi petugas jika fasilitas yang ditanganinya sedang bermasalah.

Dosa-dosa besar seperti fraud apalagi, tidak ada ampun! Sanksinya bukan hanya dicopot dari jabatan atau diturunkan kepangkatanya, fraud akan dibawa ke ranah pidana. Jika bank milik pemerintah, kasus kredit macet bisa dibawa ke ranah pidana korupsi.

Maka tak heran, banyak petugas bank yang berkahir di teralis besi akibat kredit macet ini. Syukurnya saya lulus secara khusnusl khotimah, setelah 16 tahun menjalankan karir jadi tukang bank.

Bukan berarti saya bebas dari dosa kredit macet, sepanjang menjalankan karir pasti saya punya portfolio kredit macet, disamping portfolio yang moncer.

Sepanjang kemacetan disebabkan oleh resiko bisnis as usual, dan segala sesuatunya dipenuhi secara lengkap, macet kategori ini termasuk dosa biasa yang terampuni.

Kemacetan yang masuk dosa besar itu karena fasilitas disalurkan tidak memenuhi aspek kelayakan bisnis dan kepatuhan aspek non bisnis.

Target yang besar dan tekanan kerjaan biasanya bisa mendorong petugas khilaf berbuat dosa besar, demi tercapainya target, meski hanya senang sesaat dan bikin sengsara kemudian.

Stress karena tekanan tingkat dewa membuat petugas bank lupa akal sehatnya, analisa sensitifnya redup karena dikepalanya hanya satu, bagaimana caranya supaya proposal kredit di make up semanis mungkin dan bisa cair sesegera mungkin agar bisa memuaskan para penyelianya.

Selain tekanan target, jebakan kredit macet juga sering disebabkan oleh dorongan hasrat jahat kolaboratif antara petugas bank dan debitur nakal.

Dan pertemuan kedua kejahatan ini sering terjadi, karena debitur2 nakal mudah membaca dan menggoda petugas bank yang dalam keadaan tertekan dan mudah dibuat mabuk kepayang oleh rayuan materi bawah bantal.

Jika sudah terjadi kredit macet, jangan khawatir, selama bukan karena skenario fraud, kredit macet bisa disehatkan kembali melalui strategi restrukturisasi kredit selama usaha debitur masih menghasilkan pendapatan.

Pada tahun 2016, saya bahkan menawarkan promo restrukturisasi bagi debitur macet, setor berapapun, selama 2 tahun kedepan tidak ketemu dalam kontek tagih menagih, tetapj bertemu untuk ngopi bareng, ngobrolin perkembangan bisnis sembari jaga sillaturrahim bangun hubungan kemanusiaan.

Jika selama 2 tahun bisnis tidak memungkinkan untuk membayar pinjaman, maka kita bersepakat menjual aset yang jadi jaminan.

Diperkirakan dalam 2 tahun kedepan, aset debitur yang jadi jaminan valuasinya meningkat, sehingga jika dijual dapat menutupi pinjaman plus ada kelebihan untuk modal menata kehidupan setelahnya.

Pengalaman haru menangani kredit macet adalah ketika seorang ibu menitikkan air mata, ketika saya tawarkan skenario promo restrukturisasi yang dianggap naeh dan langka. menurutnya ini kali pertama dapat solusi nyleneh dan amat manusiawi dan begitulah seharusnya bank syariah.

Pengalaman lainnya ketika kredit macet yang tertunggak hampir 5 tahunan akhirnya bersalaman dan menyetorkan uang tunai agar bisa disehatkan.

Bukankan restrukturisasi itu merugikan bank? pasti karena bank kehilangan potensi marjin pada estiap restrukturisasi, apalagi produk pembiayaan murabahah yang melarang mengambil tambahan dalam bentuk apapun. Tapi restrukturisasi membuat bank lebih sehat dan kalo bank sehat, bank dapat menjalanka bisnisnya secara lnacar tanpa banyak batasan dari otoritas pengawas.

Pesan pensiunan untuk sahabat bankir, seberat apapaun tekanan, sehatkan selalu pikiran supaya terhindar dari jebakan dosa besar dan jebakan debitur jahat.

Jika terjadi kredit macet, selalu jaga hubungan kemanusiaan dengan debitur, karena kuatnya hubungan kemanusiaan akan banyak membantu penyelesainya, apalagi bank syariah.

Penulis Mukti Ali – Mantan Bankir. Pernah 2 kali berturut-turut menjadi Pimpinan Cabang Bank Terbaik (2009-2010) dan merubah kantor cabang yang merugi menjadi untung dalam waktu 2 bulan.


Ribuan orang telah bergabung dengan komunitas YukBisnisProperti.org. Sekarang giliran Anda. Dapatkan FREE EBOOKS dan KESEMPATAN untuk bergabung dalam bisnis dan investasi properti dari rekanan YukBisnisProperti.org. Join segera!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *