Kemaren nyetatus kl jangan tergiur harga perdana. Ternyata ada yang lagi demo korban harga perdana. Konon ribuan orang yang kena.

Sebenarnya strategi harga perdana ini secara matematika tidak salah. Tapi bisa menjadi salah karena 2 hal pokok. Pertama, strateginya udah terlalu mainstream. Semua mainnya begitu. Kedua, cara masaknya yang salah.

Ditilik dari beberapa kasus yang mirip2, pelakunya adalah pemula, kinyis2, abis lulus dari seminar atau workshop. Karena kl yang sudah rada berpengalaman cara masak harga perdananya rada lebih mateng lah. Jadi gak sampe kolaps.

Harga perdana ini kan solusi keterbatasan modal. Tapi kadang dijadikan satu2nya atau salah satu dari 2 alat untuk menarik modal. Padahal masih ada 7 sampai 8 sumber permodalan lainnya yang bisa dianuin. Mungkin si pelaku termakan motivasi fokus fokus fokus. Gak gitu2 amat lah.

Sebelum menerapkan strategi harga perdana, mustinya kita punya dasar atau logika berpikir yang masuk akal serta sudah mengukur resiko bila satu strategi tidak berhasil. Bottom dari risk itu masih bisa tercover atau tidak. Bukan semata maju terus pantang mundur.

Nah kalo sudah terpetakan, baru bisa maju terus pantang mundur. Kalau gagal semua, ya nasib gaes. Tapi at least, kita udah ukur kemampuan kita dan siap menanggung resikonya.

—-

Buat calon konsumen, jangan takut dengan promo harga perdana. Yang penting jangan mudah tergiur. Lihat track recordnya. Cek kondisi lapangan. Cek legalnya. Pahami resikonya. Harga rumah murah memang menggiurkan. Hehehe

Buat calon developer, jangan takut mainan harga perdana. Senior2mu semuanya begitu. Cuma namanya aja yang beda, tapi intinya sama. Nah mending gandeng seniormu dulu. Entah itu kerjasama atau pendampingan proyek. Kamu butuh itu!

Catatan Facebook Aryo Diponegoro


Ribuan orang telah bergabung dengan komunitas YukBisnisProperti.org. Sekarang giliran Anda. Dapatkan FREE EBOOKS dan KESEMPATAN untuk bergabung dalam bisnis dan investasi properti dari rekanan YukBisnisProperti.org. Join segera!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *