Kiat Lolos Pengajuan KPA

Mengajukan KPA atau Kredit Pemilikan Apartemen tepat dipertimbangkan ketika akan membeli apartemen dengan cara kredit. Sama halnya dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), ada sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi oleh pemohon fasilitas kredit tersebut. Dengan persiapan diri yang matang, bukan sekedar impian lagi untuk dapat tinggal di apartemen. Hunian vertikal memang memiliki pangsa pasarnya sendiri. Apalagi kaum milenial mulai melirik apartemen sebagai tempat tinggal karena dianggap lebih praktis dan harga yang seringkali lebih terjangkau. Anda bisa segera memiliki apartemen baik dalam kondisi  siap huni atau indent  dengan suku bunga bersaing dengan Memanfaatkan KPA. Apartemen yang didapatkan dengan metode KPA juga akan dilindungi oleh asuransi kebakaran dan asuransi jiwa kredit.

Berikut beberapa tips andalan agar lolos pengajuan KPA.

Pekerjaan

Kemampuan melunasi cicilan terletak pada seberapa besar pendapatan Anda setiap bulannya. Nah, dari pekerjaan yang Anda miliki sekarang, bank bisa melihat apakah Anda termasuk debitur yang memiliki pendapatan tetap atau stabil.

Pekerjaan yang dimaksud bukan hanya pegawai swasta, melainkan para profesional dan entrepreneur pun masuk ke dalam kualifikasi debitur. Untuk karyawan atau pegawai minimal harus memilki masa kerja 1 atau 2 tahun. Sedangkan untuk profesional telah melewati masa percobaan selama 2 tahun.

Siapkan Dokumen

Agar proses pengajuan KPA bisa lancar diproses maka siapkan dokumen sejak jauh-jauh hari. Ada beberapa dokumen yang diperlukan bank dalam memproses verifikasi kredit seperti fotokopi KTP, akta nikah dan kartu keluarga.

Hindari kemacetan Kredit

Anda mungkin memiliki beberapa daftar kredit yang harus dicicil setiap bulannya. contohnya kartu kredit, kendaraan pribadi, atau cicilan benda elektronik. Apabila ingin mendapat persetujuan KPA, pastikan Anda tertib membayar kredit sebelum jatuh tempo.

Secara umum mereka yang terlambat membayar cicilan lebih dari dua bulan akan masuk ke dalam daftar hitam (blacklist) oleh Bank Indonesia. Anda bisa mengetahui catatan cicilan Anda melalui BI Checking di website Bank Indoneia.

Perbaiki riwayat tabungan

Aliran cash flow tabungan Anda akan menjadi fokus pertama dari tim penilai atau appraiser dari Bank. Dari sana, akan terlihat kondisi finansial Anda dan dianalisa oleh bank apakah sanggup membayar angsuran KPA setiap bulannya.

Untuk itu, usahakan enam bulan sebelum permohonan Anda harus membenahi riwayat tabungan. Sebab ketika permohonan KPA Anda akan diminta menyerahkan fotokopi rekening koran/tabungan dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.

Cara ampuh lain yang bisa dilakukan adalah menyisakan sebagian penghasilan untuk ditabung di rekening pribadi dan mengurangi pengeluaran.

Usia

Terakhir, usia memiliki peranan penting terhadap kelancaran proses pengajuan KPA Anda. Usia yang menginjak 40 tahun ke atas akan lebih sulit mendapat persetujuan tenor kredit yang panjang.

Sebab hal ini berkaitan dengan usia produktifitas bekerja. Bagi pemohon di bawah usia empat kepala masih bisa mendapatkan fasilitas tenor (jangka waktu kredit) hingga 15 tahun.

Sumber: http://www.rumah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *