Jangan Khawatir Jika Sertifikat Tanah Hilang

Sebagai satu-satunya berkas atau dokumen yang menjadi bukti otentik kepemilikan tanah, sertifikat harus disimpan di tempat yang aman. Lalu, apa yang harus dilakukan jika sertifikat tanah hilang? Tenang saja, sertifikat yang hilang bisa diurus kembali melalui prosedur yang telah ditetapkan.

Menurut Pasal 57 Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 mengenai Pendaftaran Tanah, diterangkan bahwa atas permohonan pemegang atas tanah dapat diterbitkan sertifikat baru sebagai pengganti sertifikat yang hilang.

Perlu digaris bawahi, pihak yang namanya tercantum sebagai pemegang hak dalam buku tanah yang ada di kantor pertanahan lah yang harus melakukan pengajuan penerbitan sertifikat baru.

Jika pemegang hak sudah meninggal dunia, barulah permohonan bisa dilakukan oleh ahli warisnya. Tentunya permohonan tersebut harus dilengkapi berkas-berkas atau dokumen-dokumen yang sah.

Agar lebih jelas, perhatikan langkah-langkah untuk mengurus sertifikat tanah yang hilang berikut ini. 

  1. Melaporkan Kehilangan Sertifikat Tanah

Anda wajib membuat laporan kehilangan sertifikat tanah ke pihak yang berwenang, dalam hal ini kepolisian. Pada sejumlah wilayah, membuat laporan ke Polsek saja sudah cukup, tetapi ada daerah yang mewajibkan laporan minimal ke Polres.

Saat melapor, sebutkan lokasi tanah, nomor sertifikat, dan atas nama siapa tanah tersebut.

Petugas kepolisian akan mengecek kelengkapan berkas atau dokumen laporan. Biasanya petugas akan meminta surat pengantar dari kelurahan setempat sebagai dasar laporan. Kemudian akan dikeluarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang harus diserahkan ke Kantor BPN.

  1. Memblokir Sertifikat Tanah

Jika rentang waktu antara hilangnya sertifikat tanah dan keluarnya berkas BAP cukup lama, lebih baik Anda segera mengirim surat pengajuan pemblokiran sertifikat tanah ke Kantor BPN.

Caranya, dengan mengunjungi kantor BPN dan membawa sejumlah berkas atau dokumen seperti identitas pemilik sertifikat dan fotokopi sertifikat tanah.

Setelah surat blokir sampai ke pihak BPN dan sudah dimasukkan di buku tanah, maka sertifikat tanah Anda sudah aman. Dalam hal ini, tidak ada pihak lain yang dapat melakukan proses apapun terhadap tanah Anda hingga ada pengajuan permohonan sertifikat pengganti.

  1. Mengurus Penggantian Sertifikat Tanah

Seusai membuat Surat Keterangan Kehilangan Sertifikat Tanah di Kantor Polisi, Anda bisa segera mengajukan permohonan pembuatan sertifikat pengganti di Kantor BPN. Siapkan sejumlah dokumen yang diperlukan, antara lain:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi

  • Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi

  • Fotokopi Sertifikat Tanah yang dimaksud (jika ada)

  • Fotokopi bukti pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun terakhir

  • Surat Kehilangan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kehilangan sertifikat tanah dari kepolisian

  • Surat Kuasa apabila dikuasakan kepada pihak lain.

Sesampai di kantor BPN, isi lengkap formulir permohonan yang disediakan selanjutnya bubuhi tandatangan di atas materai.

  1. Pengambilan Sumpah

Agar lebih meyakinkan, pihak BPN akan mengambil sumpah pemilik sertifikat di hadapan Kepala Kantor Pertanahan dan rohaniwan sesuai agama yang dianut oleh pemohon. Kemudian akan dibuatkan berita acara sumpahnya.

  1. Pengumuman di Media Cetak

Kemudian, pihak BPN akan mengumumkan berita acara pengambilan sumpah kehilangan sertifikat tanah tersebut di media cetak. Maksudnya agar memberi waktu bila saja ada pihak-pihak yang merasa keberatan dengan proses penggantian sertifikat tanah tersebut, atau ada sanggahan/gugatan dari pihak lain.

Biayanya ditanggung oleh pemohon, sekitar Rp850.000.

  1. Pengukuran Ulang Tanah

Petugas BPN akan melaksanakan pengukuran ulang di lokasi tanah apabila terjadi perubahan surat ukur lama dengan kondisi fisik tanah dan bangunan sekarang.

  1. Penerbitan Sertifikat Pengganti

Jika dalam kurun waktu satu bulan atau 30 hari sejak pemasangan pengumuman berita acara di media cetak tidak ada pihak yang mengajukan keberatan atas pembuatan sertifikat pengganti, atau ada pihak yang mengajukan keberatan namun keberatannya terbukti tidak beralasan atau tidak mendasar, maka Kantor BPN akan menerbitkan sertifikat pengganti. Biayanya berkisar antara Rp350 ribu.

Sumber: http://www.rumah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *