Agar Closing Lebih Mudah, Gali 3 Hal Ini Dari Konsumen

Calon konsumen yang datang ke lokasi properti memang biasanya sudah minat. Akan tetapi belum tentu mereka fix membeli. Hal itu karena mereka biasanya masih akan membandingkan dengan properti-properti yang berada di sekitar lokasi tersebut. Nah, padahal hanya tinggal sebentar lagi closing bisa terjadi. Anda pasti tidak ingin kan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan konsumen dan terjadi closing? Untuk itu, Anda perlu strategi satu langkah lagi demi mendapatkan closing, yaitu dengan menggali lebih dalam lagi mengenai diri calon konsumen. Ada 3 hal yang bisa Anda gali dari konsumen, antara lain:

  1. Apa yang diinginkannya

  2. Apa yang dibutuhkannya

  3. Seberapa kemampuannya

Untuk bisa menggali ketiga hal tersebut dari konsumen, Anda bisa menanyakan beberapa pertanyaan berikut sebagai contoh.

  • Apakah sudah menikah?

Melalui pertanyaan ini Anda akan tahu apakah konsumen sudah menikah atau belum. Jika belum, berarti saat dia membeli dengan skema KPR, pembayaran hanya didasarkan oleh penghasilannya saja. Namun jika sudah menikah, maka akan timbul pertanyaan baru, yaitu apakah istrinya juga bekerja atau tidak. Jika istrinya juga bekerja, maka Anda bisa mengatakan bahwa untuk pembayaran melalui KPR bisa join income sehingga lebih mudah lolos seleksi KPR.

  • Sudah punya anak berapa?

Pertanyaan ini untuk mengetahui berapa jumlah kamar yang dia butuhkan. Sehingga akan membantu Anda dalam menentukan tipe rumah yang cocok untuk diambil. Misalnya saja jika anaknya sudah 2 orang, maka Anda bisa mengatakan “Ambil tipe 60 saja Pak, tipe 60 memiliki 3 kamar. Cocok untuk Bapak”.

  • Tinggal dimana sekarang?

Pertanyaan seperti ini bisa menjadi acuan Anda tentang lokasi rumah yang disukai oleh konsumen. Anda juga bisa menambahkan pertanyaan, “Apakah Bapak nyaman tinggal disana?”. Jika konsumen menjawab nyaman, maka Anda bisa mengatakan, “Disini kurang lebih suasananya sama seperti lokasi tempat tinggal Bapak. Bahkan lebih nyaman dan fasilitasnya juga lebih lengkap.”

  • Kerja dimana?

Pertanyaan ini untuk menggali informasi lebih dalam lagi sehingga Anda bisa menebak-nebak berapa penghasilan konsumen. Anda juga bisa menambahkan pertanyaan, “Di bagian apa, Pak?”. Agar Anda bisa mengira-ngira apakah penghasilannya cukup untuk membeli rumah. Jika cukup, Anda bisa mengarahkan, “Sepertinya jika dari kantor Bapak, lebih mudah lolos KPR di bank.”

  • Mencari rumah dengan harga berapa?

Pertanyaan ini bisa menjadi acuan bagi pertanyaan lainnya seperti berapa penghasilan per bulannya. Sehingga Anda bisa menawarkan rumah yang sesuai dengan kemampuan membayarnya.

Pertanyaan-pertanyaan di atas hanya merupakan pertanyaan awal saja. Anda bisa menggalinya lebih dalam lagi. Pada prinsipnya, ajak mereka berbicara dan temukan solusi bagi calon konsumen. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *