Sudah Siap Bertemu Potensial Buyer? Siapkan Skrip Tanya Jawab Dulu

Sebagai seorang marketing properti, tentunya Anda dituntut untuk selalu siap melayani calon pembeli. Tidak hanya memasarkan dan mempromosikan properti untuk menarik minat konsumen, tugas marketing properti lebih dari itu. Seorang marketing properti juga harus mampu meyakinkan calon pembeli bahwa produk yang dijualnya valuable.

Setiap konsumen pastilah ingin mengetahui detail produk dari barang yang ingin dibelinya sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli. Nah, disini tugas marketing properti adalah menjawab segala pertanyaan yang diajukan oleh calon pembeli. Maka dari itu, marketing properti juga perlu dibekali dengan product knowledge. Bagi marketing properti, ternyata segala bentuk pertanyaan yang mungkin ditanyakan konsumen harus dipersiapkan. Berikut kami berikan 3 contoh pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh calon konsumen beserta jawaban yang mungkin bisa sedikit membantu Anda.

  1. Kenapa lokasinya jauh sekali?

Jika Anda sering mendapatkan pertanyaan seperti itu, maka Anda bisa menjawabnya seperti ini:

  • Lokasi properti kami memang jauh, akan tetapi terdapat angkutan umum yang melewati lokasi kami.” Tujuan menjawab seperti ini adalah untuk meyakinkan kepada konsumen bahwa ada solusi untuk menjangkau lokasi properti yaitu dengan angkutan umum.

  • Walaupun jauh, namun lokasi properti kami hanya 5 menit dari stasiun kereta api terdekat.” Kata hanya 5 menit digunakan untuk meyakinkan calon pembeli bahwa lokasinya memang dekat.

  1. Saya sebenarnya berminat, tapi harganya kok mahal?

Ini adalah pertanyaan yang seringkali dilontarkan konsumen, dan begini jawaban yang bisa Anda berikan:

  • Ada harga ada rupa, harga yang kami tawarkan memang sedikit lebih mahal, tapi kualitas kami lebih terjamin dan fasilitas kami juga lebih lengkap.” Intinya, Anda bisa mengalihkan pertanyaan soal harga kepada keunggulan produk.

  • Harga yang kami tawarkan memang sedikit mahal, akan tetapi kami akan berikan bonus bebas biaya proses. Mungkin jika Bapak/Ibu melakukan sendiri bisa lebih mahal. Lagipula harga ini sudah terjangkau untuk lokasi strategis seperti ini.”

  1. Menghadapi Pertanyaan tentang Kualitas Bangunan yang Dinilai Jelek

Konsumen seringkali mengeluhkan masalah kualitas bangunan yang menurut mereka jelek, Anda sebagai marketing pun harus mampu menjawab pertanyaan seperti ini.

  • Masalah jelek atau bagus itu tergantung selera dan penilaian Bapak/Ibu. Tentunya kami bisa menyesuaikan dengan selera Bapak/Ibu. Dan jika Bapak/Ibu ingin menaikkan spesifikasi bangunannya, harganya juga bisa lebih mahal.”

Seperti itulah kira-kira skrip tanya jawab antara marketing properti dengan calon konsumen. Semoga dapat bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *