Ragu Berbisnis Properti Karena Resiko Merugi? Baca Ini Dulu Yuk

Semua bisnis memang pada dasarnya memiliki resiko, tidak terkecuali bisnis properti. Selayaknya modalnya yang besar, bisnis properti juga memiliki resiko yang besar. Namun kenapa justru banyak yang ingin terjun ke dalam bisnis properti? Karena tidak seperti bisnis lain, bisnis properti justru mampu mengunci resikonya sendiri. Artinya, bisnis properti bisa melindungi dirinya sendiri dari segala resiko kerugian.

Seperti yang kita ketahui, dalam properti terdapat prinsip demand dan supply. Demand adalah permintaan akan properti yang sifatnya terus meningkat. Hal tersebut karena properti merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, terutama tanah dan tempat tinggal (rumah). Sedangkan supply adalah ketersediaan properti itu sendiri, yang mana sifatnya sangatlah terbatas. Karena sifatnya yang terbatas dan banyak dimiliki menjadikan ketersediaan properti semakin menipis. Sehingga prinsip itulah yang menjadikan bisnis properti terlihat begitu menjanjikan.

Ketersediaan (supply) yang terbatas dan kian lama kian menipis, akan tetapi demand atau permintaannya kian hari kian bertambah. Kemudian faktor tersebut membuat harga/nilai properti terus naik dari tahun ke tahun. Jadi apabila Anda ingin terjun ke bisnis properti, Anda tidak perlu takut merugi. Properti Anda pasti akan laku, bisnis Anda pasti akan berjalan. Hanya tinggal tunggu waktunya.

Namun yang perlu diingat, bisnis properti tidaklah seperti menjual kacang goreng yang bisa langsung ludes dalam sekejap. Dalam menekuni bisnis properti diperlukan kesabaran. Karena bisnis properti memerlukan jangka waktu panjang untuk menghasilkan keuntungan. Jadi, keuntungan dari bisnis properti tidak bisa Anda nikmati dalam waktu dekat. Contoh kasusnya seperti ini. Anda membeli sebuah properti untuk disewakan. Tidak berapa lama setelah membeli properti tersebut, ada orang yang ingin menyewanya. Namun orang tersebut tidak menyewa properti Anda dalam jangka waktu yang lama, misalnya hanya satu tahun saja. Kemudian properti Anda tidak kunjung laku juga setelah itu hingga beberapa tahun. Apakah Anda rugi? Iya, rugi secara waktu. Namun belum tentu rugi secara kapital. Kenapa? Karena harga properti yang terus naik dari tahun ke tahun. Bisa saja justru saat Anda menjualnya, harga properti tersebut jauh lebih tinggi dari saat Anda membelinya. Anda untung bukan?

Itulah kenapa bisnis properti bisa mengunci resikonya sendiri. Jadi, untuk Anda yang ingin memulai bisnis properti, Anda tidak perlu ragu lagi. Selamat berbisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *