Ingin Mengambil KPR Syariah? Ketahui Dulu Jenis-Jenis Transaksinya

Saat ini KPR syariah semakin disukai oleh masyarakat. Adanya kepastian dari awal mengenai sistem cicilan kredit hingga pelunasan, dianggap meringankan nasabah karena tidak perlu pusing memikirkan suku bunga yang fluktuatif. Selain itu, nasabah juga tidak akan dikenakan penalty apabila melunasi cicilan sebelum jatuh tempo. Jika Anda ingin mengambil KPR syariah, maka Anda bisa memilih salah satu bank syariah yang menyediakan program pembiayaan KPR syariah. Namun sebelum itu, ada baiknya Anda mengenali dulu apa saja jenis-jenis transaksi dalam KPR syariah. Agar Anda bisa memilih transaksi yang paling sesuai dengan Anda sehingga Anda tidak terbebani dengan cicilan nantinya.

Sebenarnya transaksi dalam KPR syariah ada banyak macamnya. Namun yang paling sering ditawarkan kepada nasabah hanya dua, yaitu cicilan tetap dan cicilan floating. Berikut penjelasan masing-masing transaksi.

  1. Cicilan Tetap

Jenis cicilan ini hanya berlaku di sejumlah bank syariah tertentu yang menawarkan produk KPR syariah. Pada sistem ini, bank dan nasabah membuat kesepakatan di awal untuk menetapkan margin dan angsuran akad kredit. Sehingga besarnya cicilan yang harus dibayar nasabah tiap bulannya sama dari awal hingga pelunasan. Dengan begitu, besarnya cicilan nasabah tiap bulan tidak terpengaruh naik turun suku bunga. Keuntungan dari sistem cicilan tetap adalah nasabah tidak perlu memikirkan suku bunga fluktuatif yang akan mempengaruhi jumlah cicilan yang dibayar tiap bulan. Akan tetapi, sistem ini juga memberikan nasabah kerugian yaitu apabila pada saat suku bunga acuan sedang tinggi, nasabah harus tetap membayar  jumlah cicilan yang sama meskipun terjadi penurunan suku bunga. Hal tersebut karena sistem transaksi ini tidak dipengaruhi oleh suku bunga.

  1. Cicilan Floating

Jenis transaksi ini akan memberikan Anda kemudahan di awal. Karena biasanya sistem ini memberikan nasabah cicilan rendah hanya di awal saja. Namun cicilan ini tidak bertahan lama, biasanya hanya satu hingga tiga tahun pertama saja. Setelah itu, bank syariah akan menetapkan cicilan yang fluktuatif. Dimana pada saat suku bunga sedang naik, maka cicilan Anda akan tinggi pula. Dan apabila suku bunga turun, maka cicilan Anda juga menurun. Hal tersebut tidak jarang membuat nasabah terkejut dengan perubahan jumlah cicilan. Dan yang paling merugikan adalah apabila suku bunga sedang naik, maka nasabah harus membayar cicilan yang besar.

 

Baik cicilan tetap maupun cicilan floating, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi, jenis transaksi mana yang akan Anda pilih untuk mengambil KPR syariah nantinya? Semua kembali kepada diri Anda. Yang penting, pilihlah jenis transaksi yang paling sesuai dengan kondisi keuangan Anda dan sekiranya tidak akan memberatkan Anda nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *