KPR Syariah dan KPR Konvensional Itu Beda! Yuk Simak Beda Dimana

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) kini sudah menjadi alternatif pilihan masyarakat luas dalam membeli rumah. Saat ini, tidak hanya ada KPR konvensional saja, melainkan juga ada KPR syariah. KPR syariah merupakan KPR yang sistemnya menganut prinsip agama Islam. Secara umum, terdapat perbedaan antara KPR syariah dengan KPR konvensional terutama pada sistem akadnya. Jika pada KPR konvensional didasarkan pada suku bunga fluktuatif, dalam KPR syariah bisa dilakukan beberapa alternatif pilihan akad sesuai dengan kebutuhan nasabah. Untuk Anda yang masih bingung membedakan antara KPR syariah dengan KPR konvensional, berikut kami jelaskan perbedaan antara keduanya.

  • Akad

Jika dalam KPR konvensional hanya berlaku satu akad saja, berbeda dengan KPR syariah yang memiliki beberapa alternatif pilihan akad yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Akad yang paling sering ditawarkan dalam KPR syariah adalah akad murabahah. Dimana bank akan membeli rumah yang diinginkan nasabah dari developer lalu menjualnya kembali kepada nasabah. Kemudian nasabah bisa membayarnya dengan cicilan tetap dalam jangka waktu tertentu. Ada juga akad mutanaqishah yang menerapkan prinsip bagi hasil dalam membeli rumah.

  • Angsuran

Jika dalam KPR konvensional kita mengenal adanya suku bunga fluktuatif dalam angsuran, maka dalam KPR syariah tidak menggunakan suku bunga. Karena harga jual rumah sudah ditentukan dari kesepakatan bersama di awal. Oleh karena itu, besarnya cicilan yang harus dibayarkan dari awal hingga pelunasan bersifat tetap dan tidak terpengaruh oleh naik turun suku bunga.

  • Penalti

Jika kita melunasi angsuran sebelum jatuh tempo, maka dalam KPR konvensional kita pasti akan dikenakan biaya penalti. Namun berbeda halnya dalam KPR syariah, sistem penalti ini tidak berlaku.

  • Konsep Pembiayaan

Pada KPR konvensional, pendapatan bunga deposito dapat ditentukan di awal, maka tidak dengan KPR syariah. Mereka tidak bisa memastikan keuntungannya dari bunga deposito. Selain itu, pada KPR konvensional, resiko hanya ditanggung oleh pihak debitur, sedangkan pihak kreditur (bank) lepas tangan. Maka dalam KPR syariah hal tersebut tidak dibenarkan. Oleh karena itu, ada sistem akad yang bernama mutanaqishah, dimana bank dan nasabah bekerja sama untuk membeli sebuah rumah dan kemudian bagi hasil.

Apabila Anda ingin membeli rumah melalui KPR namun takut terkena riba, maka KPR syariah bisa menjadi pilihan Anda. KPR syariah juga menjadi solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah karena umumnya jangka waktu pembayaran sangat lama hingga 15 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *