Suami Meninggal, Bagaimana Cara Balik Nama Sertifikat Rumah?

Biasanya sertifikat rumah adalah atas nama suami, lalu bagaimana jika suami meninggal dan istri ingin melakukan balik nama sertifikat? Apa saja prosedurnya? Sebenarnya proses balik nama sertifikat antara pemilik yang masih hidup dengan yang sudah meninggal tidak jauh berbeda. Hanya saja ada beberapa kelengkapan dokumen yang harus dilampirkan, dan tahapannya berlangsung hingga dua kali.

Tahapan pertama yang harus dilalui dalam membalik nama sertifikat adalah menyertakan semua nama ahli waris, termasuk nama istri dan seluruh anak kandung. Seluruh nama akan tercantum di dalam satu sertifikat nantinya. Untuk menyelesaikan tahapan ini, para ahli waris mendatangi langsung kantor BPN dengan membawa beberapa persyaratan, antara lain:

  • Surat Keterangan Waris (SKW)
  • Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani di atas materai
  • KTP dan KK
  • Akta Kelahiran, jika ada ahli waris yang berusia di bawah 17 tahun
  • Surat nikah/buku nikah
  • Surat kematian
  • Sertifikat asli
  • Fotocopy SPPT PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  • Penyerahan bukti SSB (BPHTB)

Khusus untuk Surat Keterangan Waris harus dibuat oleh ahli waris, dan disaksikan oleh dua orang saksi dan dikuatkan oleh Kepala Desa tempat tinggal pewaris. Proses pengurusan balik nama sertifikat di BPN seperti yang tercantum di atas, biasanya hanya membutuhkan waktu kurang dari satu hari. Hanya saja, sertifikat baru akan keluar setelah lima hari berikutnya. Biaya yang harus dikeluarkan untuk layanan ini tergantung pada nilai tanahnya.

Lalu, bagaimana jika istri menginginkan sertifikat atas namanya sendiri? Jika seperti itu maka harus tetap mengurus balik nama atas seluruh ahli waris terlebih dahulu. Baru kemudian membuat Akta Pembagian Harta Bersama atau disingkat APHB yang menunjukkan bahwa si pewaris memang menyerahkan hak sepenuhnya kepada istrinya. Berdasarkan peraturan, persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengurus balik nama sertifikat atas dasar APHB antara lain:

  • Fotocopy KTP dan KK (penerima hak)
  • Fotocopy KTP (pemberi hak)
  • Fotocopy PBB tahun terakhir
  • Sertifikat asli yang telah dilakukan pengecekan
  • Akta Pemberian Hak Bersama yang dibuat oleh PPAT
  • Surat pajak BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan)

Demikianlah cara untuk membalik nama sertifikat rumah jika suami telah meninggal apabila istri ingin sertifikat atas namanya sendiri. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *