Nasib Kepemilikan Properti Apabila Menikah dengan Warga Negara Asing

Tidak jarang sebelum menikah, seseorang sudah memiliki harta benda termasuk properti. Lalu jika pemilik properti menikah dengan Warga Negara Asing (WNA), bagaimana nasib kepemilikan atas propertinya? Pada dasarnya, barang yang dibeli sebelum menikah termasuk harta bawaan pribadi. Hal yang satu ini pun tercantum dalam Pasal 35 ayat 2 Undang-Undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Isinya sebagai berikut:

Harta bawaan dari masing-masing suami dan istri dan harta benda yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan, adalah di bawah penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain.”

Dari pasal tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa barang, dalam hal ini adalah properti yang dibeli sebelum menikah merupakan harta pribadi. Ini artinya, properti tersebut tidak akan menjadi harta bersama pasangan yang merupakan WNA.

Salah satu pertanyaan pentingnya, apakah status kewarganegaraan Anda berubah? Terkadang ada hukum negara yang mewajibkan seseorang dari negara lain melepaskan kewarganegaraannya ketika menikah. Dengan kata lain, Anda bisa saja diwajibkan untuk melepaskan kewarganegaraan. Jika hal tersebut terjadi, maka Anda harus melepaskan kepemilikan properti yang sudah dibeli meski sebelum menikah. Hak tersebut pun harus segera dilepaskan dalam kurun waktu satu tahun. Meskipun demikian, Anda bisa memiliki properti yang ada di atas tanah berstatus hak pakai.

Berbeda halnya jika setelah menikah, Anda tetap menjadi WNI. Apabila demikian, Anda tidak perlu melepaskan kepemilikan properti yang sudah dimiliki. Mengapa? Sebagai WNI, Anda berhak memiliki properti tersebut meski dibangun di atas tanah berstatus apapun.

Dapat disimpulkan bahwa masalahnya bukan ada pada status pernikahan, melainkan status kewarganegaraan setelah menikah dengan WNA. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *