Strategi Pemasaran Perumahan Agar Cepat Laku

Untuk menjadi seorang marketing property yang sukses, hal utama yang harus dipahami adalah konsep pemasaran yang tepat sasaran. Seorang marketing property harus ahli dalam memasarkan properti ke target pasar yang dituju. Jika target pasar adalah masyarakat menengah ke bawah, maka pahami karakteristik konsumsi mereka. Kebanyakan masyarakat menengah ke bawah berpenghasilan rendah sehingga mereka tidak mampu membeli rumah secara tunai. Maka dari itu, banyak developer yang bekerja sama dengan pihak bank untuk mengadakan pembelian rumah dengan sistem KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Berbeda dengan masyarakat menengah ke atas yang berpenghasilan di atas rata-rata, harga bukanlah menjadi masalah bagi mereka, yang penting adalah kualitas dan rasa kepuasan. Oleh karena itu, seorang marketing property juga harus bisa memahami karakteristik konsumsi dari masyarakat menengah ke atas.

Setelah memahami target pasar, saatnya marketing property melakukan pemasaran kepada pasar yang dituju. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa kegiatan pemasaran membutuhkan budget yang cukup banyak karena pemasaran menggunakan media promosi dan marketing tools. Media promosi yang biasa digunakan antara lain media cetak, media elektronik, dan media daring. Salah satu media promosi sederhana adalah menggunakan brosur yang berisi segala informasi mengenai produk perumahan yang dijual mulai dari denah, spesifikasi bangunan, perspektif rumah, daftar harga, dan syarat-syarat pembelian.

Jika target pasar adalah masyarakat menengah ke atas, tentu strategi promosi yang dilakukan juga lebih atraktif dan mewah. Biasanya menggunakan media elektronik seperti acara televisi dengan membuat satu slot acara khusus untuk menayangkan produknya. Dan yang pasti, budget yang digunakan pun juga lebih besar karena target pasar yang dituju adalah orang-orang berpenghasilan besar dan harga propertinya sudah pasti lebih mahal.

Selain strategi-strategi di atas, masih ada satu lagi strategi yang dinamakan dirrect selling atau penjualan secara langsung kepada target pasar yang dituju. Yaitu caranya biasanya adalah dengan melakukan presentasi langsung di hadapan beberapa konsumen, penawaran one by one, atau mengirim undangan langsung kepada calon konsumen. Presentasi bisa dilakukan pada beberapa karyawan pada suatu instansi ataupun kelompok lainnya. Untuk bisa melakukan presentasi, marketing property harus mengajukan penawaran kepada instansi terkait yang ingin dituju. Selanjutnya strategi one by one adalah strategi pemasaran yang dilakukan secara langsung kepada orang yang dituju. Jika misalnya perumahan dibangun dekat dengan pabrik, maka marketing property bisa langsung menawarkannya kepada karyawan yang bekerja di pabrik tersebut. Strategi yang terakhir adalah dengan mengirimkan undangan langsung kepada calon konsumen. Langkah ini bisa dilakukan dengan mengirimkan penawaran serta mengundang secara langsung calon konsumen ke lokasi perumahan. Agar konsumen lebih tertarik, Anda bisa membuat acara-acara yang menarik minat mereka seperti makan gratis atau mendatangkan artis dangdut. Dengan begitu mereka akan lebih tertarik dengan penawaran Anda dan jangan lupa untuk mencantumkan informasi mengenai perumahan Anda pada surat undangannya. Tidak perlu detail yang penting brosur surat undangan tersebut menarik minat konsumen.

Setelah Anda melakukan strategi-strategi tersebut, langkah terakhir yang paling penting adalah melakukan follow up. Pada awalnya, konsumen jarang langsung membeli karena mereka memerlukan waktu untuk memikirkan apakah mereka akan membeli atau tidak. Untuk itu, wajib bagi marketing property untuk mendapatkan info kontak mereka agar Anda bisa terus memfollow up dan membuat mereka tidak melupakan produk yang Anda jual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *