Tips Aman dalam Jual Beli Properti yang Perlu Diperhatikan

Jika Anda ingin melakukan jual beli properti, terutama jika Anda masih awam dan baru pertama kali melakukannya, Anda perlu menyimak beberapa tips aman dalam jual beli properti berikuti ini. Hal ini penting untuk menghindari penipuan yang mungkin saja terjadi. Jangan sampai Anda malah buntung daripada mendapatkan rumah idaman.

Apabila Anda melakukan jual beli properti secara perseorangan (jual beli pribadi, bukan membeli dari developer), maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Pastikan bahwa Anda melakukan pemeriksaan fisik terhadap tanah atau bangunan yang akan Anda beli. Sebaiknya Anda mendatangi langsung lokasi tanah atau bangunan tersebut untuk memastikan bahwa properti yang akan Anda beli sesuai dengan yang disampaikan oleh penjual dan tidak sedang disewakan.

  • Selain melakukan pemeriksaan fisik, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen resmi dari properti tersebut seperti sertifikat tanah di kantor pertanahan dan PBB di kantor pajak setempat. Pastikan bahwa pemilik rumah telah melunasi tanggungan PBB sampai rumah tersebut dijual dan pastikan juga jika rumah tersebut tidak sedang terlibat sengketa hukum.

  • Selanjutnya buat Akta Jual Beli (AJB) rumah di kantor notaris yang merupakan syarat untuk pencacatan balik nama sertifikat tanah dari penjual ke pembeli. Setelah pembuat AJB, penjual wajib membayar PPN sebesar 5% dan pembeli wajib membayar BPHTB sebesar 5%. Dan setelah notaris melakukan balik nama sertifikat di kantor pertanahan, maka tanah dan bangunan telah sah menjadi milik pembeli.

Apabila Anda membeli properti dari developer, hal yang perlu Anda perhatikan adalah:

  • Pastikan reputasi developer tempat Anda membeli properti. Reputasi developer sangatlah penting. Karena rumah yang akan Anda beli belum jadi sementara Anda harus membayar uang muka secara lunas, jadi tidaknya rumah tersebut tergantung developer. Kemudian pengurusan sertifikat juga diserahkan kepada developer. Apabila developer yang Anda pilih tidak profesional, maka bisa jadi pengurusan sertifikat untuk rumah Anda juga akan terhambat. Untuk memastikan reputasi developer, Anda bisa melihat kelengkapan izin developer antara lain Ijin Peruntuan Tanah, Prasarana sudah tersedia, Kondisi tanah matang, sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer, dan IMB induk.

  • Saat awal pembelian rumah dari developer, sertifikat masih atas nama developer. Terdapat sejumlah proses yang harus dilalui sampai sertifikat menjadi nama pembeli. Di dalam perjanjian jual beli biasanya sudah dicantumkan kapan sertifikat akan diselesaikan, namun apakah target tersebut akan ditepati atau tidak semua tergantung developer. Maka Anda perlu menanyakan ke developer kapan sertifikat beralih nama menjadi atas nama Anda.

  • Jangan membayar DP ke developer sebelum KPR disetujui. Tidak ada jaminan bahwa KPR yang Anda ajukan sudah pasti disetujui oleh pihak bank meskipun developer bekerja sama dengan mereka. Jika belum ada keputusan tentang KPR Anda, jangan melakukan pembayaran DP terlebih dahulu karena apabila KPR Anda tidak disetujui, maka Anda harus meminta kembali DP Anda dan biasanya tidak mudah karena selalu ada potongan.

  • Segera AJB jika rumah sudah jadi. Anda harus segera mengalihkan status dari PPJB menjadi AJB sesegera mungkin jika rumah sudah jadi. AJB adalah bukti bahwa hak atas tanah dan bangunan sudah beralih ke pembeli.

  • Setelah AJB selesai, segera urus Status Hak Milik (SHM) dan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

  • Jangan melakukan transaksi pengalihan kredit atas dasar kepercayaan saja atau tanda buktinya hanya berupa kwitansi karena pihak bank biasanya tidak mengakui transaksi seperti ini.

Itulah beberapa tips aman dalam jual beli properti yang harus Anda perhatikan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *