Kemampuan Rata-rata Orang Indonesia Membeli Rumah Berdasar GDP Indonesia Tahun 2015 #IndepthAnalysis

GDP 20 NEGARA

Data di WorldBank menunjukkan bahwa GDP (Gross Domestic Product) Indonesia sekitar 861 milyar dollar pada tahun 2015. Bila dibagi 250 juta penduduk Indonesia, berarti per kepala memiliki penghasilan 3.447 USD per tahun. Kurs Dollar hari ini 13ribuan, berarti pendapatan per kapita Indonesia berkisar 44,8jutaan per tahun atau 3,7jutaan per bulan.

Dengan asumsi pendapatan rata-rata orang Indonesia sebesar 3,7jutaan, maka kemampuan mencicil rumah dengan skema pembelian KPR adalah 1,1jutaan. Yang berarti plafon KPRnya sekitar 100jt dengan asumsi kredit selama 15 tahun dan suku bunga 10,75% (Bank BTN). Plafon KPR 100 jutaan, berarti harga rumahnya berkisar 120jutaan.

Perhitungan di atas menggunakan asumsi pembelian menggunakan KPR konvensional karena menurut data BI, pembelian rumah 77,8% menggunakan skema KPR. Menggunakan asumsi suku bunga bank BTN karena bank BTN adalah bank yang core businessnya di pembiayaan rumah.

PEMBIAYAAN RUMAH

Bagaimana dengan bila dihitung kemampuan belinya dengan skema KPR Syariah (Non Bank)?

Kita sepakati terlebih dahulu

  1. Asumsi kenaikan rumah 10% per tahun (ini rata-rata yang diambil oleh teman-teman yang bermain properti dengan pembiayaan syariah)
  2. Uang muka 30% dari harga tahun pertama
  3. Jangka waktu terlama 10 tahun
  4. Kemampuan membayar si konsumen 50% dari total pendapatan. (Bila menggunakan KPR hanya 30% dari total pendapatan)

DAFTAR HARGA RUMAH

Dengan demikian, kemampuan mencicil  rata-rata orang Indonesia dengan skema pembiayaan syariah non bank adalah sebesar 1,8jutaan. Maka rata-rata orang Indonesia mampu membeli rumah dengan pembiayaan syariah non bank dengan harga 1 tahun 108jutaan atau harga 8,9, 10 tahun sebesar 210-254jutaan.

Disclaimer :

  1. Artikel ini hanya untuk menghitung kemampuan rata-rata orang Indonesia, bukan untuk memberikan saran harga jual rumah. 
  2. Bukan untuk menjadi acuan menyeluruh untuk strategi harga, karena strategi harga jual rumah membutuhkan analisis yang komprehensif, tidak hanya berdasar GDP
  3. Terdapat kesenjangan pendapatan yang dikuantifikasi dalam bentuk Index Gini.

One Comment on “Kemampuan Rata-rata Orang Indonesia Membeli Rumah Berdasar GDP Indonesia Tahun 2015 #IndepthAnalysis”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *