Bisnis Properti Itu Belajar Dari Tukang Parkir

Jalanan yang padat itu hampir mustahil untuk diseberangi. Seorang pria berseragam oranye tiba-tiba saja sigap melompat ke tengah jalan dan menghadang kendaraan yang sedang bergegas. Dengan bermodalkan peluit di bibir, aksi sang pria membuka jalan bagi sebuah mobil mewah untuk menyeberangi jalanan itu. Sambil berlalu tak lupa pengemudi menyorongkan dua lembar uang seribu rupiah untuk si tukang parkir sebagai tanda terima kasihnya.

Sebuah pelajaran berharga dapat diperoleh dari mana saja, tak terkecuali dari jalanan. Aksi si tukang parkir mungkin bisa saja membuat kesal para pengguna jalan yang merasa terganggu akan kehadirannya, namun bagi sang pengendara mobil mewah, kehadiran si tukang parkir bak malaikat penyelamat. Dalam hal ini si tukang parkir adalah penjual. Secara naluriah, ia sadar sedang menjual jasanya pada si pengendara mobil mewah. Kesediannya memasang badan demi sang pelanggan menunjukkan tingkat dedikasi si tukang parkir pada pekerjaannya.

Totalitas si tukang parkir dalam menjual memang mengagumkan, demi dua ribu rupiah, sang tukang parkir rela melakukan tindakan beresiko (dengan kemungkinan terburuk kehilangan nyawanya) untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumennya.

Ia memberikan solusi bagi pengendara mobil (pun bisa sepeda motor) yang kesulitan mencari parkir. Nah semangat ini bisa dicontoh oleh pebisnis properti, semangat memberikan solusi bagi orang yang membutuhkan rumah. Sehingga kita bisa membantu mewujudkan impian mereka. Dan siapakah yang diuntungkan dalam jual beli properti? Sebenarnya yang paling untung adalah yang membeli properti, karena harga naik terus.

 

2 Comments on “Bisnis Properti Itu Belajar Dari Tukang Parkir”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *