Begini Cara Hitung Agar Uang Muka Beli Rumah Bisa Murah

Hampir semua penjual properti memberikan diskon, hadiah, cash back, subsidi dan mungkin bentuk lainnya. Apapun yang diberikan oleh penjual, secara finansial bisa dikonversi dalam bentuk nominal uang. Nah beda penempatan nominal sebagai pengurang (atau diskon) akan membedakan hasil akhir. Berikut perbandingannya.

Misalkan harga jual rumah di dalam daftar harga adalah 250 juta. Diskon yang diberikan senilai 10% atau 25 juta dalam bentuk nominal. Dalam perhitungan normal maka :

  • Harga Jual 250.000.000
  • Diskon 25.000.000
  • ——————————– (-)
  • Harga net 225.000.000
  • Uang Muka 45.000.000
  • ——————————– (-)
  • KPR 180.000.000

Nah bagaimana caranya agar uang muka bisa lebih rendah? Adalah dengan cara mengurangkan diskon bukan pada harga, tetapi pada uang muka. Begini perhitungannya .

  • Harga Jual 250.000.000
  • Uang Muka 50.000.000
  • ————————— (-)
  • KPR 200.000.000
  • Uang Muka 50.000.000
  • Diskon 25.000.000
  • ————————— (-)
  • Uang Muka Bersih 25.000.000

Sekarang Anda pilih yang mana?

  • Uang muka 45 juta dengan angsuran 1,934 juta per bulan selama 15 tahun
  • Uang muka 25 juta dengan angsuran 2,149 juta per bulan selama 15 tahun

Cara kedua adalah cara bagaimana agar uang muka lebih ringan dari yang seharusnya. Tentu ada beberapa hal yang harus menjadi konsekuensi atas metode kedua. Yakni angsuran rumah menjadi lebih tinggi, biaya pajak sedikit lebih tinggi, biaya administrasi KPR menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan hasil dari metode pertama. Tetapi pilihan ada di Anda sebagai pembeli/investor properti.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *