Begini Caranya Konsumen Investor Meraih Untung di Properti

Sebuah kawasan pengembangan dengan pertumbuhan progresif, akan mendongkrak nilai properti. Dan itu sudah pasti. Sebaliknya, sebuah kawasan yang sudah mapan, pertumbuhan harganya akan tipis, karena nilai propertinya sudah tinggi. Pengembang tidak bisa mengerek lebih tinggi lagi karena tingkat serapan pasti terbatas.

Untuk konsumen investor yang membeli properti tahun 2014 atau sebelumnya, mungkin saatnya Anda menjual kembali paling lambat 2017. Sebagai investor, Anda membutuhkan return, bukan masakah harga yang akan naik lagi nantinya. Waktu 3 tahun adalah cukup untuk mendapatkan return yang baik dan kembali mencari properti baru lainnya.

BpfY9--CYAA1OaoMisalnya membeli rumah ke pengembang tertentu dengan harga pricelist 460 juta dengan tipe 48/90, di kota Depok. Harga ini berlaku untuk konsumen End User, jika ingin mendapatkan harga investor maka harganya hanya 425 juta. Tentu dengan cara pembayaran cash. Dan 1-3 tahun ke depan, Anda jual nilai jual 480 juta – 500 juta. Bisa lebih!

Tidak perlu bingung, cek dulu lokasinya, infrastrukturnya, dan perkembangan penduduknya, jika lokasi tersebut kategori sunrise, berarti layak untuk di eksekusi, daripada duit anda menguap dimakan inflasi setiap bulan.

Kesimpulannya, investor berpikirnya tidak sama dengan end user. Konsumen investor melihat masa depan dan bisa memanage sebuah resiko. Jika tidak siap dengan resiko, tidak perlu main-main dengan yang namanya properti.

Wempi Roman | RumahSukaSuka.co.id

 

 

2 Comments on “Begini Caranya Konsumen Investor Meraih Untung di Properti”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *