Beberapa Tugas Yang Harus Dilakukan Seorang Marketing Properti

Sesuai dengan namanya, marketing properti merupakan pekerjaan memasarkan produk-produk properti seperti rumah, perumahan, ruko, apartemen, dan lain sebagainya. Untuk menjadi seorang marketing properti, Anda bisa bergabung dengan salah satu perusahaan pengembang atau developer yang ada di sekitar tempat tinggal Anda. Mereka biasanya mempunyai tim yang mana di dalamnya pasti ada bagian marketing. Namun Anda juga bisa menjadi marketing properti yang mandiri tanpa harus bergabung dengan developer atau perusahaan jual beli properti.

Bekerja sebagai marketing properti, menuntut Anda untuk menjadi seorang individu yang bekerja keras, pantang menyerah, dan tekun dalam menjalankan tugas marketing properti. Agar berhasil menjadi seorang marketing properti, Anda harus mengetahui terlebih dahulu tugas-tugas penting marketing properti. Apa saja tugas-tugas tersebut? Berikut ulasannya:

  1. Melakukan update data/listing produk properti yang dijualnya secara berkala.

    Membuat update listing produk properti dengan yang terbaru penting untuk dilakukan, karena semakin banyak listing yang Anda miliki untuk dijual ke konsumen maka semakin besar pula kesempatan Anda untuk mendapatkan transaksi jual beli.

  1. Membuat iklan melalui media promosi offline maupun online.

    Membuat iklan merupakan tugas penting yang harus dilakukan. Marketing properti bisa membuat iklan melalui media offline seperti spanduk, brosur, banner, dan iklan di koran. Sedangkan membuat iklan secara online bisa dilakukan dengan promosi di web, blog, atau media sosial. Semakin sering seorang marketing properti membuat iklan dan melakukan promosi, maka akan besar peluang Anda untuk melakukan closing.

  1. Melakukan presentasi di depan calon pembeli, harus dilakukan untuk menjelaskan produk properti yang Anda jual secara langsung kepada konsumen. Marketing properti harus memberi tahu kelebihan dan kekurangan dari properti yang Anda jual dan keuntungan apa saja yang akan mereka dapatkan jika membeli properti dari Anda.

  2. Siap dan bersedia mengantarkan calon pembeli ke lokasi properti yang diinginkan. Jika konsumen tertarik pada properti yang Anda jual, Anda harus dengan senang hati mengantarkan mereka untuk melihat-lihat properti yang mereka inginkan dan membuat mereka senyaman mungkin dengan Anda.

  3. Melakukan kerja sama dengan pihak notaris dan perbankan, juga merupakan tugas penting seorang marketing properti. Pilihlah satu orang notaris untuk membantu Anda dalam mengurus legalitas dokumen dalam transaksi jual properti yang Anda lakukan. Sedangkan kerja sama dengan pihak bank untuk memudahkan calon pembeli mendapatkan modal jika membeli properti dengan sistem KPR.

  4. Memastikan terkumpulnya persyaratan dokumen pembeli, seperti KTP suami istri, surat nikah, kartu keluarga, surat keterangan penghasilan, rekening koran, dan persyaratan KPR lainnya. Anda harus memastikan bahwa dokumen yang dibutuhkan lengkap karena semua dokumen tersebut akan diserahkan kepada bank (berkaitan dengan KPR), dan juga digunakan untuk diserahkan kepada notaris.

Tugas marketing properti yang lain antara lain adalah memeriksa bangunan yang akan dijual, memeriksa sertifikat, memeriksa IMB (Ijin Mendirikan Bangunan), bukti lunas PBB, dan lain-lain. Selain itu juga mengingatkan kepada masing-masing pihak tentang kewajiban pajak, serta membantu agar proses transaksi jual beli lancar.

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *