8 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih KPR

KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) menjadi pilihan banyak orang yang ingin memiliki rumah karena pembayaran rumah dapat dicicil. Bagi orang yang bepenghasilan rendah, KPR memang menjadi pilihan yang tepat karena besarnya cicilan hanya 30% dari total pendapatan tiap bulan dan dapat dicicil selama beberapa tahun. Selain itu, proses pengajuan KPR ke bank juga lumayan mudah. Hanya dengan mengisi formulir dan memenuhi semua persyaratan, pengajuan KPR dapat diproses oleh pihak bank.

Karena semakin banyaknya orang yang membutuhkan rumah, maka berbagai bank pun juga berlomba-lomba untuk menawarkan KPR. Banyaknya KPR seringkali membuat Anda bingung untuk memilih mana KPR yang tepat. Berbagai kemudahan dan keuntungan pun sering dijadikan sebagai iming-iming agar Anda memilih untuk mengajukan KPR pada bank tersebut. Meskipun begitu, Anda tidak boleh asal tergiur, Anda harus cermat dalam memilih KPR. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan beberapa hal sebelum memilih KPR. Apa saja hal-hal tersebut? Berikut kami berikan informasinya:

  1. Besarnya Plafon Kredit

Sebelum mengajukan KPR, Anda harus mengetahui terlebih dahulu berapa besarnya dana yang Anda butuhkan agar dapat menentukan bank yang tepat. Setelah itu, hal pertama yang harus diperhatikan sebelum mengajukan KPR adalah mencari tahu besarnya limit pinjaman atau plafon yang diberikan oleh bank tersebut. Dengan mengetahui besarnya plafon, Anda tidak mungkin mengajukan pinjaman melebihi plafon sehingga pengajuan KPR Anda tidak akan ditolak oleh pihak bank.

  1. Perhitungan Suku Bunga

Hal kedua yang harus Anda perhatikan adalah bagaimana perhitungan suku bunga yang digunakan di bank tersebut. Jangan langsung tergiur oleh suku bunga yang rendah. Mintalah pada pihak bank untuk menjelaskan simulasi yang menunjukkan besarnya cicilan Anda tiap bulan dan berapa suku bunga yang harus dibayarkan. Tanyakan pada pihak bank apakah suku bunga yang digunakan adalah tetap atau mengambang.

  1. Masa Pinjaman KPR

Hal ini juga penting untuk diperhatikan. Anda juga harus menanyakan pada pihak bank mengenai masa pinjaman KPR. Biasanya bank akan memberikan masa pinjaman KPR maksimal 15 tahun, namun juga ada yang hingga 20 tahun tergantung kebijakan masing-masing bank. Akan tetapi, Anda juga bisa melakukan negosiasi dengan pihak bank untuk mendapatkan perpanjangan masa tenor kredit, sehingga Anda dapat mengurangi besarnya cicilan yang harus dibayarkan tiap bulan.

  1. Coverage

Anda juga harus mencari tahu berapa jumlah developer yang bekerja sama dengan bank tersebut. Semakin banyak developer yang bekerja sama, maka akan semakin bagus reputasi bank tersebut. Jadi Anda tidak perlu ragu mengajukan KPR pada bank tersebut.

  1. Lama Proses Pengajuan

Keinginan untuk segera memiliki rumah pasti membuat Anda tidak sabar. Terlebih proses pengajuan KPR juga memakan waktu yang cukup lama. Untuk itu, Anda harus menanyakan pada pihak bank mengenai berapa lama proses pengajuan KPR. Pada umumnya proses pengajuan sekitar 2 minggu hingga 1 bulan.

  1. Biaya Pinalti Pelunasan KPR

Saat mengajukan KPR, hal ini seringkali lupa untuk ditanyakan. Biaya pinalti adalah biaya yang biasanya dikenakan oleh bank apabila Anda melunasi sebagian atau seluruh cicilan sebelum jangka waktu KPR berakhir. Untuk itu, Anda harus menanyakan apakah pihak bank mengizinkan pelunasan di awal. Agar saat Anda ingin melunasi cicilan di awal, Anda mengetahui berapa biaya pinaltinya.

  1. Fitur Tambahan

Saat ini sebagian besar bank memberikan fitur tambahan pada produnya KPR nya. Seperti asuransi kebakaran rumah, kredit multiguna yang dapat digunakan untuk renovasi rumah, serta penambahan limit KPR. Untuk itu, sebelum mengajukan KPR, Anda juga harus menanyakan pada pihak bank terkait fitur tambahan yang akan diberikan jika Anda mengajukan KPR di bank tersebut.

  1. Biaya Administrasi KPR

Hal lain yang sering diabaikan oleh calon pemohon KPR adalah biaya administrasi, yang meliputi biaya provinsi, biaya administrasi bank, biaya notaris/PPAT, biaya pengecekan sertifikat, biaya pengikatan jaminan, biaya balik nama, serta biaya asuransi jiwa kredit dan kerugian kredit. Biaya-biaya tersebut tentu akan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk itu, saat pengajuan KPR, Anda jangan sampai lupa untuk menanyakan pada pihak bank tentang biaya-biaya administrasi tersebut. Hal tersebut juga akan memudahkan Anda dalam mengatur cash flow pembayaran uang muka rumah nantinya.

Post Your Comment Here

Your email address will not be published. Required fields are marked *