Kabar gembira guys, selama periode enam bulan dari Maret 2021 hingga Agustus 2021 pemerintah membebaskan stimulus fiskal Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun.

PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 100 persen diterapkan untuk properti dengan harga jual maksimal Rp 2 miliar. Sedangkan untuk properti di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar PPN DTP-nya sebesar 50 persen.

Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyebutkan, kebijakan bebas PPN ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Menurut blio, itu adalah hal penting terutama agar dapat mengurangi jumlah stok rumah yang sudah dibangun tapi juga belum laku terjual serta membantu masyarakat memperoleh hunian.

“Jadi tujuannya adalah untuk mendorong penjualan pasokan rumah yang telah dibangun oleh pengembang pada tahun 2020 dan 2021, sekaligus membantu masyarakat untuk memperoleh rumah layak huni yang sudah ada di pasar perumahan melalui pembebasan PPN,” ujar Basuki melalui konferensi pers virtual, Senin (01/02/2021).

Basuki menerangkan, sejak tahun 2020 hingga saat ini ada sebanyak 57.621 unit total pasokan rumah tapak atau rumah susun yang belum terserap. Dari sekian ribu unit tersebut, sebanyak 34.500 unit diantaranya masuk kategori non-subsidi yang dibebaskan dari biaya PPN.

Secara detil, properti dengan rentang harga Rp 300 juta-Rp 1 miliar sebanyak 9.000 unit, lalu stok rumah tapak seharga Rp 1 miliar-Rp 2 miliar sejumlah 9.000 unit. Stok rumah tapak Rp 2 miliar-Rp 3 miliar sejumlah 4.500 unit, stok rumah tapak Rp 3 miliar-Rp 5 miliar sejumlah 4.500, dan stok rumah tapak di atas Rp 5 miliar sejumlah 1.800 unit.

Terakhir, stok rumah susun atau apartemen dengan rentang harga Rp300 juta-Rp 1 miliar sebanyak 7.500 unit. Sementara rincian stok rumah tapak kategori subsidi seharga Rp 150 juta ada sejumlah 21.321 unit.

Insentif sektor perumahan tersebut bakal ditanggung pemerintah untuk masa enam bulan pajak.

“Insentif ini diharapkan menjadi momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional di bidang properti,” pungkas Basuki.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *