Arief Sabaruddin selaku Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR menyebutkan aplikasi Sistem Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) dapat digunakan untuk mengantisipasi terjadinya longsor yang menimpa sejumlah pemukiman masyarakat.

Menurut Arief, pada awal tahun 2021, kejadian longsor di Sumedang, Jawa Barat, atau di daerahlainnya dapat diambil sebagai contoh yang perlu menjadi perhatian bersama dalam mendirikan hunian.

“Seperti tingkat kemiringan lahan dan kondisi tanah tidak diperkenankan dibangun di atas lahan dengan kemringan lebih dari 15 persen,” ungkapnya.

Menurut Arief, jika pihak developer tersebut mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan maka musibah tersebut dapat diantisipasi sejak awal.

“Ini juga seharusnya menjadi parameter khusus bagi Pemerintah Daerah (pemda) dalam menerbitkan izin lokasi perumahan kepada pengembang, agar musibah yang sama seperti ini tidak terulang kembali,” terangnya.

Arief mengaku ditargetkan pada pertengahan Tahun 2021 aplikasi SiPetruk mulai dapat digunakan. Hingga saat ini PPDPP sedang menyiapkan pilot project yang bisa digunakan sebagai contoh pada Februari 2021 mendatang.

Pada 18 Desember 2020 Aplikasi SiPetruk diluncurkan oleh PPDPP. Aplikasi ini bertujuan untuk memastikan hunian yang didirikan oleh para developer sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Untuk penanganan secara teknis dalam memantau perumahan di lapangan, Manajemen Konstruksi (MK) setempat yang telah terdaftar pada Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) yang akan mengoperasikan aplikasi tersebut.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *