Tingkat pertumbuhan harga rumah tahunan di seluruh dunia dapat Kita cek di Indeks Cities Global Residential terbaru Knight Frank. Menurut laporannya, Knight Frank menyebutkan bahwa pertumbuhan harga hunian pada kuartal III-2020 meningkat jadi 4,7 persen ketimbang pada kuartal sebelumnya, yaitu pada kuartal II-2020 yang cuma sebesar 4,1 persen.

Ada sebanyak 18 kota besar di dunia yang kenaikan harga huniannya lebih dari 10 persen pada 2020. Dari sini menunjukkan ternyata permintaan hunian di dunia masih bertahan walaupun lagi dilanda pandemi Covid-19.

Penyebab dari meningkatnya harga hunian salah satunya adalah suku bunga yang rendah dan instrumen stimulus fiskal yang besar diberikan oleh pemerintah di negara-negara dunia. Permintaan hunian mayoritas bersifat domestik walaupun di tengah pembatasan akibat dari pandemi Covid-19.

Manila tertinggi

Ibu Kota Filipina ternyata mengalami pertumbuhan harga hunian yang fantastis, bisa sampai 35 persen secara tahunan. Dengan ini Manila menjadi yang terdepan.

Ga cuma itu, Bahkan, menurut laporan dari bank-bank di Filipina permintaan untuk proyek-proyek kelas atas dan peningkatan biaya konstruksi dan tenaga kerja termasuk kuat.

Penasaran 18 Kota itu mana aja ? Nih cekidot slurr :

  1. Manila 34,9 persen,
  2. Izmir 27,8 persen,
  3. Ankara 27,2 persen,
  4. Istanbul 25,7 persen,
  5. St Petersburg 18,6 persen,
  6. Seoul 14,7 persen,
  7. Ottawa Gatineau 14,3 persen,
  8. Hobart 13,6 persen,
  9. Luxembourg 13,4 persen,
  10. Milan 13,3 persen,
  11. Halifax 12,2 persen,
  12. Lyon 11,9 persen,
  13. Phoenix 11,4 persen,
  14. Montreal 11,1 persen,
  15. Hamilton 10,4 persen,
  16. Kiev 10,3 persen,
  17. Seattle 10,1 persen,
  18. Utrecht 10,1 persen.

Lha terus Ibu Kota negara tercinta Kita ini dimana ya ? Sebenarnya Jakarta juga masuk dalam kategori Kota yang mengalami pertumbuhan harga hunian, cuma posisinya jauuuh di bawah Manila. Jakarta ada di peringkat ke 117 dengan pertumbuhan 1,2 persen. Ga masuk 10 besar tapi kok rasa-rasanya malah seneng yak, hehe.

Sebenarnya Jakarta lebih baik dari Ibu Kota negara tetangga Malaysia, Kuala Lumpur yang minus 1,5 persen. Di beberapa Kota lainnya juga terjadi minus seperti di Hongkong -1,1 persen, Sevilla -1,2 persen, Palermo -2,2 persen, Mumbai -2,4 persen, Budapest -2,6 persen, Genoa -3,1 persen, Delhi -5 persen, Abu Dhabi -5,6 persen, dan Dubai -8,1 persen.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *