Melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus melakukan percepatan pendaftaran tanah.

Suyus Windayana selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) memasang target sertifikasi hak atas tanah (SHAT) sebanyak 8.353.000 lahan dan 7.093.000 peta bidang tanah (PBT) tahun depan.

“Kementrian ATR/BPN menargetkan sebanyak 8.353.000 lahan tanah disertifikasi, dan 7.093.000 peta bidang tanah (PBT) di tahu 2021,” ungkap Suyus melalui keterangan, Kamis (10/12/2020).

Suyus menyebutkan supaya dapat mencapai target pelaksanaan PTSL tersebut, diperlukan strategi 3S yaitu strategi perencanaan, strategi penetapan lokasi serta strategi percepatan puldadis.

Strategi perencanaan meliputi menyusun roadmap rencana kerja penyelesaian desa lengkap dengan strategi mendekat, merapat dan menyeluruh sampai dengan tahun 2024. Strategi penetapan lokasi dengan mewajibkan pencapaian desa lengkap dan terakhir strategi percepatan puldadis dengan memanfaatkan aplikasi Survey Tanahku.

Kementerian ATR/BPN akan melakukan evaluasi penerapan PTSL pada tahun-tahun sebelumnya guna mewujudkan strategi tahun 2021.

Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan agar dapat merencanakan strategi Tahun 2021 yaitu pelaksanaan PTSL 2017, 2018, 2019, dan 2020 belum mencapai jumlah Desa Lengkap yang memenuhi untuk mendukung transformasi digital Kementerian ATR/BPN.

Sofyan Djalil selaku Menteri ATR/BPN berharap dengan gencarnya pelaksanaan PTSL ini semakin banyak tanah-tanah yang memiliki sertifikat di Indonesia. Sehingga pada Tahun 2025 mendatang, Kementerian ATR/BPN dalam hal ini Badan Bank Tanah dapat menjadi institusi kementerian pengelola pertanahan berstandar dunia.

“Untuk mewujudkan seluruh Indonesia terdaftar, tetap harus juga memperhatikan tingkat risiko permasalahannya dan jangan hanya mendaftarkan saja,” imbuhnya.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Bah ojan · December 22, 2020 at 11:40

Apa ga ada yang bilang kalo aplikasi survey tanah ku ini ngebebanin usernya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *