Pandemi Covid-19 ini memang bikin seret banyak hal, dalam laporan teranyarnya, Colliers International menyebutkan, pandemi ini secara keseluruhan membuat okupansi hotel menurun sampai 33,9 persen, wiihh sepertiganya lebih lho gess, sedangkan average daily rate (ADR)atau tarif rerata harian sekitar Rp 890.000.

Nah kan, khususnya di kawasan Asia Pasifik kinerja industri perhotelan mengalami perlambatan pada kuartal II-2020.

Ga cuman penurunan okupansi, revenue per available room (RevPAR) atau pendapatan per kamar yang tersedia hotel-hotel di kawasan ini turut terjun bebas sebesar 69,9 persen year on year, aduh dua pertiganya lebih ini mah.

Walaupun begitu, Govinda Singh, Executive Director and Head of Hotels & Leisure for Valuation & Advisory Services Asia tetap yakin industri ini akan bangkit kembali terlebih lagi ketika kegiatan dan perjalanan pulih.

“Untuk mempersiapkan pembukaan kembali hotel, pelaku bisnis perhotelan perlu mengambil pendekatan lintas disiplin sehingga hotel memiliki posisi yang baik untuk membangun kepercayaan publik dan menawarkan penawaran produk dan layanan yang menarik,” ungkap Govinda, seperti dilansir Kompas.com dalam laporannya, Jumat (21/8/2020).

Lha terus, segmen mana dulu yang bakalan “sembuh” duluan ? segmen rekreasi akhir pekan atau weekend leisure. Oh ya, long weekend kemarin kemana aja ? Kalo aku sih ning omah wae ra nduwe duit og, aowkawokawok.

Tapi ingat, karantina dan pembatasan perjalanan internasional masih diberlakukan di sejumlah daerah sehingga bikin masyarakat cari alternatif lain.

Diprediksi segmen ini bakalan pulih pada kuartal II atau III-2020. Colliers memprediksi, motor penggerak yang bikin segmen ini pulih kembali antara lain pembatasan perjalanan internasional dan tindakan karantina, kondisi kesehatan dan keselamatan di tempat tujuan, hingga kepercayaan konsumen akan kondisi ekonomi.

Sementara itu, sejumlah faktor penggerak seperti keadaan politik dan pandangan ekonomi, kondisi kesehatan dan keselamatan di tempat tujuan serta kinerja dan prospek bisnis diproyeksikan bakal mendorong segmen perjalanan bisnis atau business travel kembali pulih.

Diprediksi segmen ini bakal pulih pada kuartal IV-2020 atau kuartal I-2021 dan kemudian diikuti segmen extended leisure pada waktu yang berbarengan, jadi sabar bentar lagi sembuh kok.

Sejumlah mesin penggeraknya antara lain adalah nilai tukar mata uang asing, kondisi kesehatan dan keselamatan di lokasi tujuan serta keyakinan konsumen akan kondisi ekonomi.

Dan untuk segmen terakhir yang diramalkan bakal kembali normal adalah meeting, incentives, conferences, and exhibitons (MICE) yang diprediksi bakal sehat kembali pada kuartal II atau III-2021.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *