Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan perekonomian yang makin terpuruk gara-gara ulah si corona yang bikin pandemi berbulan-bulan lamanya, salah satunya adalah dengan mendorong sektor properti.

Kalau urusan properti ini kan bagiannya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), nah Kementerian PUPR ini sudah bikin banyak program biar perekonomian bisa bangkit kembali. Jadi buat bapack-bapack dan bu-ibu sekalian sabar ya, banyakin dzikirnya jangan banyak ghibah kayak bu Tedjo, hehe.

Terkait dengan meminimalisasi dampak ekonomi karena adanya pandemi Covid-19 ini Kementerian PUPR menekankan pentingnya sektor perumahan. Perumahan adalah sektor padat modal, jadi sektor ini bisa berperan besar dalam mendukung mitigasi dampak buruk perekonomian karena pandemi global.

Pembangunan infrastruktur perumahan punya yang namanya efek berganda (multiplayer effect) yang bisa mengakselerasi pertumbuhan sektor lainnya. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sering bilang kalau sektor properti menjadi leading sector, soalnya kalau properti jalan maka 170-an industri lainnya auto ikutan jalan. Dengan begitukan memberikan daya ungkit percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Menurut Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jendral (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR, beberapa strategi sudah dijalankan khususnya untuk sektor perumahan demi mendukung program mitigasi dampak perekonomian akibat pandemi Covid-19. Salah satunya adalah program padat karya tunai (PKT) yang bulan September 2020 ini tercapai target 100 persen.

“Kementerian PUPR sangat mendorong agar masyarakat bisa tinggal di rumah yang layak, salah satunya dengan program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Saat ini pelaksanaan program bedah rumah telah mencapai 64,23 persen dan akan mencapai 100 persen bulan depan,” kata dia.

Kementerian PUPR menyiapkan budget untuk BSPS sebesar Rp4,7 triliun dari total anggaran PKT sebesar Rp11,3 triliun pada tahun anggaran 2020. Budget segede itu buat ngebedah rumah sebanyak 220 ribu unit rumah tak layak huni yang tersebar di 579 lokasi. Program bedah rumah saja sudah sanggup menyerap sebanyak 244.170 orang tenaga kerja.

Program sejuta rumah tahun 2020 terus didorong dan sampai minggu kemarin sudah ada 264.457 unit rumah. Jumlah tersebut terdiri dari  212.743 unit rumah buat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 51.714 buat non MBR.

Program sejuta rumah ini sempat tersendat di angka 200 ribu gara-gara pandemi Covid-19. Tapi, program ini tetep jalan dan diharapkan bisa menyentuh target paling tidak 75 persen sampai akhir tahun nanti. Kementerian PUPR juga sudah bikin organisasi setingkat balai yaitu Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) di 19 provinsi

Selama situasi pandemi Covid-19 angka capaian program sejuta rumah sempat stagnan di angka 200 ribu. Namun program ini terus berjalan dan diharapkan bisa mencapai target setidaknya 75 persen hingga akhir tahun nanti.

Kementerian PUPR juga telah membentuk organisasi setingkat balai yaitu Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) di 19 provinsi supaya mempermudah koordinasi serta mendorong pelaksanaan pembangunan perumahan dalam program sejuta rumah.

Tugas BP2P ini ngapain aja sih ? Ternyata banyak guys.

Khalawi menjelaskan, melaksanakan pembangunan perumahan serta koordinasi penyediaan lahan dan pelaksanaan pembungunan rumah susun, rumah swadaya, rumah khusus, prasarana sarana dan utilitas umum sampai penyusunan program dan anggaran.

Oh ya, masih ada lagi guys, selain perencana teknis, pelaksana pembangunan, pengawasan dan pengendalian teknis, termasuk juga pemantauan dan evaluasi.

Eko Djoeli Heripoerwanto selaku Dirjen Pembiayaan Infrasruktur Kementerian PUPR turut menambahkan, pemulihan ekonomi di bidang perumahan ini juga dilaksanakan melalui percepatan penyaluran program pembiayaan rumah bersubsidi seperti subsidi selisih bunga (SSB), fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), hingga bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT).

“Terhitung hingga minggu terkahir bulan Agustus ini, dana FLPP tahun 2020 telah disalurkan sebanyak 84.080 unit senilai Rp8,54 triliun. Total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010-2020 sebanyak 739.682 unit senilai Rp52,91 triliun. Pemulihan ekonomi nasional ini juga bisa didorong melalui pemanfataan produk rakyat, dukungan pengembangan kawasan industri, dan sebagainya,” terangnya.

Disadur dari rumah.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *