Pandemi Covid-19 ini bikin perekonomian jadi lesu, minat konsumen untuk beli rumah di segmen Rp 500 juta – Rp 1 miliar masih ada tapi kalau untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ternyata ya gitu, sedikit.

Wajar aja, lha wong menurut Ali Tranghanda selaku CEO Indonesia Property Watch mengungkapkan, daya beli rumah yang saat ini masih ada yaitu golongan menengah sampai menengah atas.

“Saat ini golongan MBR paling terdampak daya belinya,” kata Ali, sebagaimana dilansir dari Bisnis.com, Selasa, 22 September 2020.

Jadi ya ga heran, kalau stimulus buat segmen Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar sangat diperlukan. Menurut Ali, apabila relaksasi diberikan kepada segmen MBR, tidak akan ada dampak pada penjualan.

Hal itu, ungkap dia, buat segmen MBR, perilaku untuk beli rumah bukan hal yang jadi prioritas, apalagi sebagian besar karyawan atau buruh yang cemas soal isu pemutusan hubungan kerja dan lain-lain.

“Kalau ada data pertumbuhan KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) yang naik saat ini, lebih dikarenakan kuota dari hasil penjualan yang lalu,” ungkap Ali.

Ali berpendapat, menilai naiknya data KPR FLPP bukan menggambarkan permintaan secara jelas. Dia menganggap, kenaikan yang terjadi itu lebih karena banyaknya pengajuan yang baru mendapatkan persetujuan.

Sebab, untuk permintaan baru saat ini relatif, yang paling mendapatkan tekanan justru di segmen MBR. Ini terjadi akibat dari banyak MBR yang daya belinya sangat terdampak.

“Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) menyebut kondisi pandemi tidak terlalu berpengaruh terhadap penyaluran dana FLPP. Per Kamis (17/9) penyalurannya sudah mencapai 89.256 unit atau 87,08 persen dari target tahun ini,” ungkap Ali.

Sementara itu, Daniel Djumali selaku Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pengembangan Perumahan & Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menyebutkan, sampai kuartal II/2020 penjualan rumah rata-rata turun sebesar 30 persen sampai 40 persen untuk penjualan rumah menengah bawah dan bersubsidi.

Menurut Daniel, menilai pengembang harus terus-menerus melakukan inovasi, membangun perumahan yang berkualitas dengan lingkungan yang nyaman dan asri untuk dapat menarik konsumen.

“Ini agar perusahaan tetap aman, perusahaan harus selalu menjaga arus kasbank/cashflow perusahaan.”

Daniel menganggap, minat beli rumah MBR sedikit karena persyaratan dan aturan terlalu banyak buat masyarakat konsumen menengah bawah dan MBR memperoleh khususnya KPR subsidi.

Dia menyebutkan, ada paling tidak 29 data/formulir/surat keterangan yang harus dipenuhi MBR biar bisa dapat rumah atau KPR subsidi.

Disadur dari rumah.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *