Halo semuanya, Awal tahun depan BP Tapera bakalan beroperasi lho khususnya buat kalangan ASN di tahap awalnya. Baru setelah itu Tapera akan melengkapi stakeholder industri properti  sehingga bisa bikin gampang seluruh pekerja mengakses perumahannya.

Pemerintah terus-terusan memutar otak supaya bisa menyediakan dana perumahan khususnya bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ga cuman program KPR bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang juga bakal segera beroperasi adalah Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Yang mengemban amanah dalam menjalankan Tapera adalah BP Tapera dan nantinya untuk tahap awal akan melayani kalangan aparatur sipil negara (ASN) pada awal tahun depan. Oh ya, BP itu singkatan dari Badan Pengelola bukan Bambang Pamungkas lho ya, jadi BP Tapera lengkapnya Badan Pengelola Tapera, begitu.

Ok, kembali ke laptop. Tercatat saat ini ada 4,1 juta ASN yang sebelumnya adalah peserta Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) dan yang bakal jadi prioritas program perumahan buat tahap awal.

Sedangkan buat pekerja swasta Tapera akan mulai diberlakukan tujuh tahun setelah Tapera beroperasi awal tahun depan nanti. Fyi, iuran Tapera akan diambil dari gaji setiap pekerja sebesar 3 persen per bulan (2,5 persen dari pekerja dan 0,5 persen dari pemberi kerja).

Menurut Adi Setianto selaku Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana BP Tapera, Tapera ga cuman menyalurkan pembiayaan perumahan buat kalangan MBR tapi juga buat semua kalangan pekerja.

“Saat ini patokan kami dengan KPR bersubsidi FLPP yang bunganya 5 persen karena disubsidi pemerintah untuk yang bergaji maksimal Rp8 juta. Kami juga tengah merancang pembiayaan untuk pekerja dengan penghasilan di atas itu sehingga semua pekerja bisa mendapatkan akses pembiayaan ke perumahan khususnya untuk akses rumah pertamanya,” ungkapnya.

Untuk itu BP Tapera sedang menjajaki kerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF) maupun Bank BTN, intinya semua pihak yang beraktivitas di sektor perumahan.

BP Tapera sedang merancang pembiayaan perumahan untuk pekerja dengan pendapatan di atas Rp8 juta dengan bunga di tas KPR FLPP tapi di bawah bunga komersial.

BP Tapera juga sedang mendata potensi dari 4,1 juta anggota Bapertarum terkait huniannya. Saat ini dari data kasar yang bisa jadi patokan, ada 58 ribu orang ASN yang berpendapatan di bawah Rp4 juta yang belum punya rumah, 440 ribu yang berpendapatan sampai Rp6 juta yang belum memiliki rumah, hingga 600 ribu yang berpendapatan Rp8 juta tapi juga belum punya rumah.

“Data-data ini juga bisa menjadi bahan untuk kalangan pengembang terkait unit yang dibangun maupun di mana lokasinya. Jadi kami tidak hanya menyediakan pembiayaan perumahan untuk kalangan MBR tapi akan melengkapi seluruh kaitan di industri properti baik dari sisi supply side maupun demand side,” lanjut Adi.

Disadur dari rumah.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *