Pemerintah punya program lain selain subsidi pembiayaan untuk memudahkan temen-temen dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) biar bisa punya rumah. Nah, program yang dimaksud yang terus digenjot sama pemerintah adalah program bedah rumah di berbagai daerah.

Ya kayak di tv itu tapi ini ala-ala pemerintah dan juga program ini sekaligus sebagai padat karya tunai biar roda perekonomian tetap bergerak meski sedang diterjang pandemi Covid-19.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi 1 mengadakan program padat karya program bantuan stimulan rumah swadaya (BSPS) alias bedah rumah. Di artikel ini lokasinya ada di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Seperti yang sudah disampaikan oleh pak Basuki Hadimuljono selaku Menteri PUPR, program bedah rumah ini jadi lebih penting ketika pandemi Covid-19 seperti sekarang ini karena bisa menggerakan perekonomian di daerah-daerah dan dampaknya langsung terasa oleh masyarakat.

Setiap rumah yang kebagian program ini bakalan dikasih anggaran Rp15 juta dalam bentuk material bahan bangunan dan Rp2,5 juta lagi buat bayar tukang.

Menurut Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I Hujarat menyebutkan, buat bedah rumah tidak layak huni ga cuman anggaran Rp17,5 juta tapi ada juga kegiatan buat bangun rumah baru.

“Untuk pembangunan rumah baru anggarannya mencapai Rp35 juta yang terdiri dari Rp30 juta untuk bahan bangunan dan Rp5 juta untuk upah tukang. Dalam penyaluran program BSPS ini juga tidak ada pungutan biaya sama sekali, silahkan masyarakat berswadaya untuk membangun rumahnya,” ungkapnya.

Sedangkan program bedah rumah di Gorontalo dibagi jadi dua yaitu melalui penyaluran National Affordable Housing Program (NAHP) Bank Dunia sebanyak 2.000 unit dan program BSPS Reguler peningkatan kualitas di Provinsi Gorontalo sebanyak 3.000 unit. Total biaya buat program ini di Gorontalo sampai Rp87,5 miliar yang tersebar di lima kabupaten dan kota Gorontalo

Program ini disalurkan di Kabupaten Bone Bolango (879 unit), Kabupaten Pohuwato (520 unit), Kabupaten Gorontalo (1.550 unit), Kabupaten Gorontalo Utara (717 unit), Kota Gorontalo (553 unit), dan Kabupaten Bolaemo (781 unit). Nantinya program ini bakalan terus dilanjutkan hingga tahun 2021 mendatang.

“Kami berharap ke depan program BSPS ini bisa memberikan dampak yang lebih besar lagi untuk masyarakat ekonomi lemah dalam hal ini yang rumahnya tidak layak huni. Program ini bukan hanya memperbaiki hunian tapi juga unutk mengurangi angka backlog rumah tidak layak huni di berbagai wilayah Indonesia,” pungkasnya.

Disadur dari rumah.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *