Tak ayal Pandemi Covid-19 ini bikin dada jadi kembang kempis, bukan dalam artian sebenarnya lho ya, kiasan aja walaupun ga jauh beda dari kenyataannya juga sih. Pemerintah juga ga diem aja, dalam upaya mendukung mitigasi dampak ekonomi pandemi Covid-19 yang bikin sengsara banyak pihak ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) menekankan pentingnya peranan sektor perumahan.

Khalawi Abdul Hamid, Dirjen Perumahan Kementerian PUPR menyatakan Kementerian PUPR sudah melaksanakan beberapa strategi dalam upaya mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Diantaranya adalah percepatan penyaluran Program Padat Karya Tunai (PKT) dengan target 100 persen pada September 2020.

“Kementerian PUPR sangat mendorong agar masyarakat dapat tinggal di rumah yang layak, salah satunya melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Progres BSPS sudah mencapai 64,23 persen dan ditargetkan selesai 100 persen pada September,” ungkap Khalawi dalam siaran tertulis, sebagaimana dilansir dari Bisnis.com, Jumat. 28 Agustus 2020.

Untuk tahun ini saja Kementerian PUPR sudah menyiapkan budget sebesar Rp 5,7 triliun buat BSPS, dari total anggaran PKT senilai Rp 11,3 triliun.

Duit segitu banyaknya dipakai buat membedah 220.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang ada di 579 lokasi. Diperkirakan Program BSPS ini telah menyerap 244.170 orang tenaga kerja.

Penyelesaian Program Sejuta Rumah 2020 pun terus didorong dengan torehan hingga 24 Agustus 2020 kemarin sebanyak 264.457 unit rumah. Jumlah tersebut terdiri dari 212.743 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 51.714 unit rumah untuk non-MBR.

“Selama pandemi Covid-19 memang ada stagnan di angka 200.000, tetapi kami tetap optimis dan berusaha agar capaian pembangunan Program Sejuta Rumah meningkat sekurangnya 75 persen dari target, mengingat proses pembangunan rumah di lapangan terus berjalan,” ungkap Khalawi.

Di tahun 2020 ini, Kementerian PUPR pun bikin sebuah organisasi setingkat balai, yaitu Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) di 19 provinsi buat mengganti Satuan Kerja Non-Vertikal Tertentu (SNVT).

Dengan adanya organisasi tersebut diharapkan dapat mempermudah koordinasi serta mendorong pelaksanaan pembangunan perumahan dalam Program Sejuta Rumah.

Tugasnya BP2P pun banyak juga diantaranya yaitu melaksanakan pembangunan perumahan serta koordinasi penyediaan lahan dan pelaksanaan pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, prasarana, sarana dan utilitas umum.

Masih ada lagi yaitu, fungsinya adalah menyusun program dan anggaran, serta membuat perencanaan teknis, pelaksana pembangunan pengawasan dan pengendalian teknis, termasuk pemantauan dan evaluasi.

Eko D. Heripoerwanto selaku Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan juga turut menambahkan, pemulihan ekonomi di bidang perumahan juga dilaksanakan melalui percepatan penyaluran program pembiayaan rumah bersubsidi seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), hingga Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Hingga Rabu, 19 Agustus 2020 kemarin, dana pembiayaan FLPP tahun 2020 yang sudah dialirkan sebanyak Rp8,54 triliun untuk 84.080 unit. Dengan demikian, total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 hingga 2020 sudah senilai Rp52,91 triliun sebanyak 739.682 unit.

Sementara Arief Sabaruddin, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) bilang, dukungan pemulihan ekonomi nasional juga didorong dengan pemanfaatan produk rakyat (UMK) dan dukungan pengembangan kawasan industri seperti pembangunan rumah susun untuk para pekerja di Kawasan Industri Batang dan Subang.

“Produk-produk litbang Kementerian PUPR rata-rata berbasis UMKM, ini yang tengah didorong Bapak Menteri. Misalnya pada pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha). Nilai manfaat yang diterima setiap individu sangat besar, dalam hitungan kasar saja untuk 1 rumah dengan tipe 36 butuh 138 panel, sementara satu panel pekerjanya bisa Rp11.000 dan pekerja dalam membuat satu panel minimal 3 orang,” ungkap Arief.

Disadur dari rumah.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *