Di tengah pandemi Covid-19 ini semuanya serba susah, pertumbuhan ekonomi global pun juga jadi negatif, tapi tenang saja slur Indonesia masih punya peluang buat mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif di tengah pandemi ini. Sektor properti bisa menjadi pendorong catatan positif ekonomi nasional.

Saat ini pemerintahan di seluruh dunia masih menghitung berbagai macam dampak akibat dari pandemi Covid-19 ini. Biar nanti punya strategi yang pas buat mengurangi dampak khususnya di bidang perekonomian biar ga anjlog banget.

Hal tersebut muncul dalam diskusi panel yang diselenggarakan Rumah.com PropertyGuru Group dalam acara CEO & Leader Forum Webinar 2020 bertema Indonesia in Transition-Transformation of the Property Sector Post-Pandemic and Projections for 2021 akhir Juli 2020 kemarin. Panelisnya dari kalangan pemerintah dan para ahli di bidangnya.

Menurut Bastary Pandji Indra, Asisten Deputi Perumahan, Pertanahan, dan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Koordinator Perekonomian, pandemi ini membuat ekonomi dunia turun sampai minus tiga persen.

Umumnya, penurunan lebih tinggi dialami oleh negara-negara maju di Eropa dan Amerika yang sampai lebih dari enam persen ketimbang negara berkembang yang rata-rata cuma minus satu persen.

“Pandemi ini tentunya membuat dampak yang berbeda-beda di setiap negara tergantung kebijakan maupun strategi apa yang diterapkan. Indonesia sendiri menurut IMF masih berpotensi ekonominya tetap positif atau tumbuh 0,5 persen pada tahun 2020 ini bahkan analisis yang optimistis bisa tumbuh di atas delapan persen hingga tahun 2021 nanti,” ungkapnya.

Bastary menyebut, sektor properti bisa jadi pendorong pertumbuhan perekonomian walau properti juga tidak luput dari dampak pandemi, nyatanya untuk sejumlah sektor masih menyisakan catatan kinerja yang positif.

Contohnya seperti shifting dari offline ke online, adaptasi kebiasaan baru di sektor ritel dan pergudangan, sampai tren fleksibilitas atau remote working untuk sektor perkantoran. Hal ini merupakan adaptasi sehingga properti berjalan dengan baik.

Kebutuhan masyarakat soal properti juga besar sehingga ini menjadi jaminan kalu industri ini masih sangat prospektif. Karena itulah IMF kembali memprediksi kalau sektor real estat dan konstruksi di Indonesia masih bisa mengalami pertumbuhan mencapai 4,2 persen pada tahun 2020 ini.

Pemerintah juga sadar akan potensi dari sektor properti ini apalagi ada 170-an industri lainnya yang turut berkembang bersama dengan sektor properti. Sejumlah kebijakan pun dikeluarkan khusus untuk sektor properti pada pandemi ini.

Ada alokasi budget yang mencapai lebih dari Rp 677 triliun yang digelontorkan pemerintah khusus buat ngurusin pandemi covid-19 ini termasuk untuk memberikan sejumlah stimulus yang bisa menjadi pengungkit maupun daya dorong perekonomian.

Anggaran ini termasuk juga buat sektor properti khususnya buat UMKM, relaksasi pajak, subsidi biaya sampai penempatan dana pemerintah buat relaksasi.

“Indonesia masih sangat berpeluang untuk bisa keluar dari berbagai kendala yang diakibatkan pandemi ini seperti proyeksi IMF dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Tapi ini tentu bukan taken for granted karena membutuhkan kerja keras dan harus ada upaya-upaya bukan hanya dari pemerintah tapi juga sektor swasta. Semua harus bersinergi dan kerja keras supaya pertumbuhan 0,5 persen tahun ini bisa kita capai,” ungkapnya.

Disadur dari rumah.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *