Sektor properti memanglah  sungguh sesuatu yang menggiurkan, jika kamu-kamu ente-ente antum-antum sekalian berinvestasi di sektor properti pastilah bakal untung. Lha mo gimana lagi, lha wong properti dari waktu ke waktu nilainya nambah terus, lagian siapa juga yang ga butuh hunian ya ga.

Untuk Mendorong realisasi penanaman modal dan kemajuan iklim investasi biar lebih kompetitif, Sofyan A Djalil seorang Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengatakan, terkait izin investasi properti harus ada regulasi yang diubah.

Langkah ini dilakukan supaya efektivitas regulasi kepemilikan pada pengembangan sektor properti meningkat. Karena itulah, aturan tersebut di include kan atau dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

Menurut Sofyan, RUU ini dibikin bukan cuma buat kemudahan investasi aja, tapi juga buat peningkatan lapangan kerja.

“Oleh karena itu kita sama-sama sebagai stakeholder harus melihat juga bagaimana RUU Cipta Kerja itu berjalan. Karena Presiden dan pemerintah sangat concern terhadap ini. Dan kita punya kesepahaman yang sama,” ucap Sofyan melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (6/8/2020).

Di sisi lain, Executive Director Jakarta Property Institute Wendy Haryanto bilang, Indonesia adalah salah satu negara tujuan investasi yang cukup menarik dan layak untuk diperhitungkan.

Alasannya karena salah satu daya tarik bagi para investor adalah Indonesia punya populasi yang padat dan anak-anak mudanya banyak.

“Sehingga negara Indonesia dipercaya akan terus berkembang,” ucap Wendy.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *