Sekedar info ya temen-temen, pada pertengahan bulan Juli 2020 kemarin Bank Indonesia (BI) menurunkan kembali suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4 persen.

Penurunan tersebut otomatis jadi angin segar buat sektor properti di tengah pandemi Covid-19 ini. Memang sih buat kalangan developer dan pengamat properti menganggap bunga kredi pemilikan rumah (KPR) dari bank masih tinggi, tapi buat kalangan perbankan mengaku kalo KPR saat ini masih tergolong rendah lho.

Menurut Taswin Zakaria, Presiden Direktur Maybank Indonesia, bunga KPR yang periode fixed rate selama ini sudah rendah dan ga memberikan keuntungan buat bank.

Fyi, saat ini prime landing rate atau suku bunga dasar kredit (SBDK) Maybank Indonesia untuk KPR besarnya 9,5 persen

“Yang lebih mendesak sebenarnya bukan suku bunga, melainkan perbankan menahan kucuran KPR melihat kondisi turunnya daya beli masyarakat saat ini,” ungkap Taswin, sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Kamis, 6 Agustus 2020.

Taswin menilai, minat beli rumah masih ada tapi kemampuan masyarakat buat beli rumah sedang menurun sejak negara api menyerang, eh maksudnya sejak pandemi ini menyerang.

“Bisnis masyarakat turun sehingga memengaruhi pendapatan masyarakat yang kemudian batal beli properti. Belum lagi perbankan sempat menahan kucuran KPR pada awal pandemi,” ungkap Taswin.

Nixon L.P. Napitupulu selaku Direktur Finance, Planning, and Treasury Bank BTN menyebutkan, suku bunga KPR subsidi di BTN saat ini sudah fixed di angka 5 persen. Sedangkan buat KPR non-subsidi suku bunganya sangat rendah, berkisar 6,99 persen.

“Kalau saat ini mayoritas yang tumbuh kan KPR subsidi di mana suku bunganya sudah fixed 5 persen, untuk yang no subsidi 6,99 persen yang penting payroll di BTN,” kata Nixon.

Nixon melanjutkan, KPR di BTN polanya adalah fixed rate dan lebih dimintai oleh konsumen sedangkan suku bunga yang ngambang alias floating malah cenderung ga laku. Saat ini SBDK BTN untuk KPR sebesar 10,5 persen.

Di lain pihak, Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan bilang, kalo ada penurunan biaya dana (cost of fund) pasti bunganya ikutan turun juga. Namun, pihaknya terus mengawasi perkembangannya ke depan.

“Saat ini rate KPR kami juga bersaing. Ada berbagai pricing tergantung program yang diambil oleh masabah. Fixfloat berapa tahun dan lain-lainnya,” ujar Lani.

Lani menambahkan, suku bunga masa fixed mulai dari 6,5 persen untuk 3 tahun dan floating sesuai dengan harga pasar. Sedangkan SBDK CIMB Niaga saat ini untuk KPR sebesar 9,55 persen.

Disadur dari rumah.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *