Resesi Negeri Singa Berdampak pada Pasar Properti Kita

Singapura, negara tetangga yang berjuluk negeri singa yang kalo orang-orang pada seneng foto di depan patung Merlion, itu lho patung singa berbadan ikan yang suka nyemburin air. Saat ini perekonomian Singapura lagi terperosok guys.

Singapura mengalami kontraksi hingga 2,2 persen secara tahunan pada Kuartal I 2020. Kemudian di Kuartal II 2020, perekonomian negeri jiran Indonesia ini terperosok dan mengalami kontraksi sampai 41,2 persen. Akhirnya, sekarang Singapura mengalami kontraksi hingga 12 persen secara tahunan.

Lha terus, ngaruh kah resesi Negeri Singa sama properti di tanah air kita ? Ya jelas dong.

Resesi Singapura ternyata berpengaruh negatif pada bisnis properti di Indonesia. Achyar Arfan selaku Ketua DPD Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Khusus Batam menuturkan, investor yang terbanyak dan terbesar di Batam kan dari Singapura. Ya pastinya ngaruh ya guys.

“Turunnya kegiatan industri asal Singapura tentunya berdampak negatif kepada perekonomian Batam termasuk properti,” ungkap Achyar, sebagaimana dikutip dari Bisnis.com, Jumat, 17 Juli 2020.

Achyar mengungkapkan, penjualan unit baru semester I/2020 diprediksi bakalan anjlok 70-80 persen ketimbang tahun kemarin.

“Unit yang sudah terjual dengan cara cicilan bertahap atau pun yang masih cicil uang muka juga terdampak negatif,” kata beliau.

Ia melanjutkan, para developer juga punya inisiatif bikin beragam cara pembayaran yang lunak dan disesuaikan dengan kemampuan masyarakat Batam biar dagangannya tetep laku, biar tetep closing gitu lhoh. Salah satunya dengan cicilan jangka panjang yang langsung ke pihak developer.

Achyar menambahkan, untuk saat ini properti masih ada yang closing, sebagian karena memang butuh sebagian lagi buat investasi.

“Sebelum tahun 2020, cicilan 3 tahun hingga 5 tahun, sekarang bisa sampai 7 tahun hingga 8 tahun di beberapa proyek tertentu,” ucap beliau.

Paulus Totok Lusida selaku Ketua Umum DPP REI juga punya pandangan yang sama. Menurut beliau, penjualan properti nasional di Indonesia juga kena imbasnya resesi ekonomi Singapura.

“Dampaknya ke properti di Indonesia turun 6 hingga 10 persen akibat terjadinya resesi di Singapura akibat dari pandemi Covid-19. Namun, yang harus berhati-hati Indonesia juga perekonomiannya seperti apa karena Covid ini, karena sektor properti turun sangat tajam,” kata Paulus.

Disadur dari Rumah.com

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.