Makin hari makin sumpek khususnya di kota besar seperti Jakarta. Mau kemana-mana aksesnya susah terus mahal pula. Tapi jangan khawatir, pemerintah sebenarnya sudah berupaya untuk memudahkan warga masyarakatnya.

Salah satu upayanya ya ini, pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang terus menggaungkan konsep hunian yang terintegrasi transportasi masal maupun pasar khususnya untuk di kawasan perkotaan yang padat.

Adalah program pembangunan rumah susun (Rusun) di Manggarai yang terintegrasi dengan pasar, terminal, dan stasiun juga Rusun Pasar Jumat.

Menurut Basuki Hadimuljono, bosnya Kementerian PUPR alias pak Menteri PUPR, konsep Rusun terintegrasi pasar maupun transportasi masal akan mempermudah masyarakat perkotaan memenuhi kebutuhan hidupnya maupun sarana aksesibilitas sehingga ga perlu buang-buang duit buat ongkos jalan, ya bisa ngirit lah.

“Rusun seperti ini bisa digunakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, maupun kalangan pelajar seperti mahasiswa dan santri. Pembangunan Rusun seperti ini merupakan kontribusi nyata pemerintah untuk terus meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus persiapan menghadapi tatanan new normal,” ungkap beliau.

Saat ini rusun Pasar Jumat yang didirikan oleh perusahaan BUMN PT. Brantas Abipraya yang juga merupakan salah satu proyek strategis nasional sudah sampai tahap akhir.

Lahannya seluas 5.300 m2 dan lokasinya ga jauh dari Stasiun MRT dan Terminal Lebak Bulus sehingga bisa dibilang sebagai hunian transit oriented development (TOD).

Khalawi Abdul Hamid selaku Dirjen Perumahan Kementerian PUPR menambahkan, dengan adanya Rusun TOD seperti ini akan memberikan efisiensi yang tinggu buat masyarakat perkotaan khususnya buat kalangan pekerja jadinya ga perlu punya kendaraan pribadi.

“Konsep hunian yang terintegrasi dengan sarana transportasi seperti ini yang akan terus diperbanyak di kota-kota besar di Indonesia. Harapannya, selain meningkatkan efisiensi masyarakat, meningkatkan kualitas hunian yang layak, juga mengurangi angka becklog perumahan,” ucap beliau.

Progres pekerjaan fisik dari rusun Pasar Jumat ini sudah sampai 90-an persen dan targetnya akan rampung semua tahapan pembangunan konstruksinya pada akhir bulan ini. Luas bangunan rusun ini mencapai 2.800 m2 yang terdiri dari 18 lantai yang mencakup 460 unit. Di lantai satu dan dua ada fasilitas sarana bermain anak dan fasilitas umum lainnya lho.

Rusun ini per unit nya seluas 36 m2 yang cukup ideal buat keluarga muda. Punya daya listrik sebesar 2.200 watt, dua kamar terus ada juga ruang buat jemur pakaian. Proyek ini menggunakan teknologi beton ringan precast buat dinding dan lantainya jadi bisa lebih cepet rampung pengerjaannya.

Untuk precast dinding menggunakan lightweight cement wall (LCW) sedangkan buat precast lantai menggunakan hollow core slab (HCS). Penerapan dua teknologi ini punya beberapa kelebihan dibanding dengan metode konvensional selain mencerminkan kemajuan teknologi konstruksi di Indonesia.

“LWC merupakan salah satu inovasi material beton ringan dan sangat efisien dari sisi waktu kerja dengan kualitas yang kuat, kedap suara, tahan api, dan tes beban yang sangat memadai. Sementara HCS merupakan salah satu terobosan dalam konstruksi lantai beton untuk bangunan bertingkat yang menggunakan sistem prategang di mana kabel ditarik lebih dulu pada suatu dudukan khusus yang telah disiapkan, kemudian baru dilakukan pengecoran,” jelas Khalawi.

Disadur dari Rumah.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *