Kamu Masih Percaya Kalo Beli Properti Bisa Hasilkan Upeti? Awas Kamu Terjebak!

Boro-boro dapat upeti gaes. Bisa-bisa kamu boncos akibat beli properti yang tak layak untuk investasi. Alih-alih hasilkan upeti, properti kamu malah bikin nyesek di hati. Pastinya kamu gak mau kan?!

Berarti kita harus benar-benar jeli dan belajar menjadi ahli dalam menilai properti. Agar kita tidak terjebak dalam investasai yang mangkrak. Nah untuk itu, kamu, aku dan kita semua perlu belajar dari sang pakar. Kali ini kita akan menyadur dari suhu besar properti dunia, bukan dari suhu properti kaleng-kaleng. Beliau adalah Dolf De Ross! Ini beberapa nasihatnya.

Pastikan Dapat Profit Dari Properti Yang Sip

Gampang kok memahami ini. Yang penting kamu musti tau bahwa harga yang kamu beli tidak kemahalan. Syukur-syukur memang murah. Dibandingkan dengan harga yang ada di sekitarnya. Kamu perlu survey tipis-tipis agar tau harga-harga properti di sekitarmu.

Misal, kamu dapat properti harga 300 juta. Di dekat-dekat lokasi itu harga properti udah tembus di atas 400 juta. Nah brarti kamu udah profit 100 juta saat kamu beli.

Beli Properti Dari Yang Butuh Menjual

Buat kamu yang masih awam di properti, buanyaak listing properti itu hanya untuk ngetest pasar. Dijual dengan harga tinggi, syukur-syukur laku. Kalo laku, mereka untung besar. Kalo kamu yang beli, untuk ditempati, is OK lah. Tapi kalau kamu beli untuk investasi, kamu amsyong.

Nah untuk terhindar dari yang ginian, kamu musti nyari properti yang dijual oleh orang yang butuh jualan. Harga dijamin miring! Dengan sedikit nego, penjual bisa luluh lantak hatinya dan melepaskan propertinya dengan harga yang pas buat kamu.

Transaksi Versus Properti

Properti yang dijual itu bagus-bagus! Dijamin deh punya daya tarik yang membuat kamu termehek-mehek. Tapi kalo tujuanmu berinvestasi di properti, kamu gak boleh gitu. Harus teguh dan rasional. Utamakan transaksinya, bukan mencintai propertinya.

Ikut-Ikutan Sih Boleh, Tapi Gak Boleh Baperan Ya

Jadi gini, properti itu ada siklusnya. Kadang bagus, kadang ya gitu deh. Apalagi korona gini. Ya kan?! Yang sekarang main properti, pasti rada-rada goyah imannya. Kuncinya apa, kamu gak boleh baperan! Iya baper! Karena ekonomi lagi anjlok gini, bisa bikin kamu sedih karena propertimu gak laku atau gak tersewa. Padahal kamu gak perlu baper kalo saat beli dulu kamu udah untung.

Makin Sedikit Uang Mukanya, Makin Bagus

Mindsetnya bukan kamu mau ngirit sih atau memaksakan diri karena adanya uang cuma sedikit. Bukan itu. Kalo kamu mikir begitu, kamu sudah gagal menjadi calon investor properti. Cuma yang investor abal-abal yang mikir begitu. Jadi mindset besarnya adalah ROI alias Return on Investment. ROI yang besar itu menunjukkan investasi propertimu makin bagus. ROI bisa besar jika investasi kita relatif kecil sedangkan hasilnya makin besar.

Nah beli properti itu bisa dengan KPR baik bank konven, bank syariah atau cicilan langsung ke penjualnya. Ada uang muka, ada angsuran. Jadi kamu bisa hitung berapa investasi awalnya atau orang awam sebut uang mukanya atau kalau dalam istilah investor, kerennya disebut Initial Investment.

Nah kaidah-kaidah di atas bisa bikin impianmu dapatkan upeti dari properti bisa terwujud. Bukan malah terjebak dalam investasi properti yang tak layak. Satu lagi, tetep berdoa dulu sebelum investasi properti agar Tuhan juga bantu kamu!

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.