Wabah Covid-19 memang bikin kesel banyak orang, bikin bisnis jadi lesu. Tapi, eh kok dilalah Bank Indonesia (BI) memotong suku bunga acuan BI 7-Days Reserve Repo Rate (BI 7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen.

Untuk urusan bisnis, khususnya bisnis properti penurunan suku bunga ini bagaikan angin segar di siang bolong, bikin mak nyess.

Lebih jelasnya, menurut Panangian Simanungkalit, Direktur Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) penurunan yang diterapkan BI ini membawa angin segar khususnya di sektor properti. Kebijakan penurunan suku bunga acuan adalah langkah yang tepat pada situasi saat ini.          

“Properti merupakan subsektor ekonomi yang cukup terpukul dengan adanya pandemi ini dan kebijakan pemangkasan suku bunga acuan dari BI ini pastinya akan sangat berpengaruh positif terhadap industri padat modal ini khususnya untuk sektor perumahan dan apartemen untuk segmen end user,” kata beliau.

Penurunan suku bunga ini akan jadi dasar bagi perbankan buat menurunkan tingkat suku bunga KPR maupun kredit konstruksi walaupun pada kenyataannya juga ga akan langsung efektif turun.

Panangian bilang, tahun ini penurunan sektor properti paling tidak sampai 60 persen dibanding tahun kemarin soalnya akibat dari dampak pandemi.

Memang dengan adanya pemangkasan suku bunga acuan ini buat bunga KPR maupun kredit konstruksi jadi turun butuh waktu. Diprediksi transisi penurunan akan berjalan dalam periode tiga hingga enam bulan ke depan dan karena itu juga kita masih bisa berharap pada tahun ini masih akan ada sedikit peningkatan sebesar 2,4 persen.

Buat temen-temen developer harus bisa merespon penurunan suku bunga acuan ini sebaiknya fokus buat menggarap pasar bagi milenial. Tingkatkan strategi digital marketing buat dorong kampanye pentingnya beli rumah saat ini karena ada banyak sekali kemudahan.

 “Jadi penurunan bunga acuan BI ini bisa menjadi sinyal perbaikan kondisi pemulihan sektor properti secara makro. Pengembang dan perbankan juga harus bisa menciptakan pola-pola cara bayar yang menarik, misalnya dengan tenor panjang 25-30 tahun supaya bisa menjangkau kalangan milenial lebih besar dengan cicilan yang ringan karena tenor sudah ditarik panjang,” kata beliau.

Disadur dari Rumah.com

Foto oleh PhotoMIX Company dari Pexels


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *