Bapak Eko Djoeli Heripoerwanto selaku Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bilang, meski ada Badan Pengelola (BP) Tabungan Perumahan Rakyat proses pasokan penyediaan perumahan untuk masyarakat tetap ga berubah.

“Dengan adanya Tapera, proses ini (penyediaan perumahan) tidak akan berubah. Itu yang penting,” tegas Eko lewat konferensi virtual, Jumat (26/6/2020) kemarin.

Adanya BP Tapera bukan berarti proses pasokan dalam penyediaan rumah buat masyarakat jadi lebih gampang dan cepat. Contohnya, perencanaan desain suatu perumahan tidak akan berubah dengan menghindari ketentuan dan pedoman teknis yang sudah ditentukan, Pak Eko menegaskan.

Lagian, Tapera juga ga bikin proses perizinan mendirikan perumahan jadi lebih cepat. Pak Eko bilang, perizinan soal mendirikan rumah sudah ada pada Peraturan Pemerintah (PP) No 14 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Dengan begitu, proses penyediaan pasokan perumahan tetap sama aja dengan program perumahan yang digagas oleh Pemerintah.

Sebut saja program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Dengan adanya BP Tapera, lanjut Pak Eko, proses kepemilikan rumah juga ga berubah, sama aja dan ga ada penyederhanaan apapun

Seperti yang sudah diketahui, calon debitur harus datang ke bank untuk memilih pembiayaan perumahan. Kemudian verifikasi, akad kredit dan serah terima kunci.

“Persis, sama itu (proses kepemilikan rumah). Meskipun ada BP Tapera,” ungkap Pak Eko.

Untuk permulaannya pelaksanaan program Tapera akan diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) eks peserta Taperum-PNS maupun PNS baru.

Selanjutnya, kepesertaan akan diperluas secara kontinyu untuk segmen pekerja penerima upah di BUMN/BUMD/BUMDes, TNI/Polri, pekerja swasta, pekerja mandiri, serta pekerja sektor informal.

Buat perusahaan di sektor swasta, pemerintah memberikan waktu paling lambat 7 tahun setelah ditetapkannya PP Penyelenggaraan Tapera untuk mendaftarkan karyawannya.

Untuk simpanan Tapera ditetapkan sebesar 3 persen dari gaji/upah dan ditanggung bersama oleh karyawan sebesar 2,5 persen dan pemberi kerja sebesar 0,5 persen.


Disadur dari Kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *