Penyaluran Dana FLPP Sudah 7 Triliun Lebih

Jika dilihat dari catatan punyanya Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PPDPP), per jumat tanggal 26 Juni 2020 kemarin penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP) sudah sampai angka Rp 7,11 triliun, wow mantap guys.

” Penyaluran FLPP sudah mencapai 66,8 persen untuk membiayai 70.335 unit rumah,” kata Arief Sabaruddin selaku Direktur Utama PPDPP Kementerian PUPR dalam keterangan resmi, Jumat (27/6/2020).

Dengan begitu, total penyaluran FLPP dalam satu dekade ini (2010-2020) sudah sebesar Rp 51,48 triliun untuk 725.937 rumah. 50 triliun buat beli cilok dapat berapa ton buoss.

Untuk tahun ini lewat PPDPP pemerintah menyediakan budget penyaluran FLPP sebesar Rp 11 triliun untuk 102.500 unit rumah.

Budget Rp 11 triliun itu asalnya dari Daftar Isian Paket Anggaran (DIPA) 2020 sebesar Rp 9 triliun. Rp 2 triliun lainnya berasal dari pengembalian pokok

Menurut bosnya PPDPP, Arief, buat membiayai kredit pemilikan rumah pertamanya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dapat mendapatkan fasilitas pembiayaan perumahan murah dalam jangka panjang.

Tahun ini PPDPP kerja sama dengan 42 bank, 10 bank nasional dan 32 Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Dari catatannya PPDPP, ada 10 bank dengan peringkat realisasi penyaluran FLPP tertinggi yaitu antara lain, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI, BTN Syariah, dan BRI Syariah.

Terus masih ada lagi yang lainnya seperti Bank Jawa Barat dan Banten (BJB), BRI Syariah, Bank Mandiri, Bank Artha Graha, serta Bank Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel).

Layanan sistem perumahan

Arief mengatakan, pihaknya sudah memanfaatkan teknologi informasi dengan rangkaian sistem buat memenuhi layanan kebutuhan hunian bagi MBR.

Rangkaian sistem yang dibangun oleh PPDPP ini punya empat pintu. Pintu pertama yaitu aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep), pintu yang bisa diakses langsung oleh MBR.

Pintu kedua adalah aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang). Pintu yang digunakan oleh pihak developer, aplikasi ini berfungsi menyiapkan data perumahan yang akan dipilih oleh MBR.

Yang ketiga perbankan melakukan verifikasi dengan sistem host to host. Sedangkan pintu keempat adalah proses pengajuan data MBR yang dilakukan oleh PPDPP.

Dengan rangkaian sistem tersebut, data hunian langsung tersaji kepada masyarakat. Hingga jumat kemarin, jumlah lokasi developer yang ada di aplikasi SiKumbang sudah ada 10.408 lokasi sedangkan pengguna aplikasi SiKasep sudah ada 175.510 calon debitur, 143.438 sudag lolos subsidi-checking dan 70.335 pengguna sudah dapat dana FLPP.


Disadur dari Kompas

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.