Pemerintah Tambah 1.000 Lebih Unit Alokasi Bedah Rumah di Sumatera Barat

Program bedah rumah ga cuma ada di TV doang gaess, pemerintah juga punya dong. Namanya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya ( BSPS). Kali ini yang kita angkat ada di Sumatera Barat.

Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera Barat menambah alokasi program BSPS tahap II sebanyak 1.228 unit lebih coy, mantep ga tuh. Fyi, alokasi program BSPS tahap I sebelumnya  sebanyak 3.772 unit.

“Dengan adanya tambahan ini maka total keseluruhan Program BSPS menjadi 5.000 unit rumah,” kata Nursal, Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera Barat dalam siaran pers, Senin (15/6/2020) kemarin.

Pak Nursal menerangkan, dana program BSPS tahap II ini berasal dari dua sumber yaitu dana rupiah murni dan dana Pinjaman dan Hibah Luar Negeri National Affordable Housing Program (PHLN-NAHP).

Detilnya, rumah yang didanai dari dana rupiah murni sebanyak 228 unit dan 1.000 unit lainnya dari dana PHLN-NAHP.

Program BSPS dari dana rupiah murni meluncur ke dua kabupaten yaitu Kabupaten solok selatan sebanyak 48 unit dan Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 180 unit.

Sedang yang berasal dari dana PHLN-NAHP mengalir ke lima kabupaten yakni Kabupaten Tanah Datar 140 unit rumah, Kabupaten Agam mendapat bantuan 160 unit, Kabupaten Pesisir Selatan 390 unit, Kabupaten Pasaman Barat 100 unit, dan Kabupaten Solok Selatan 210 rumah

Pembagian program BSPS menjadi dua tahap ini sudah sesuai dengan Surat Direktur Rumah Swadaya Nomor RU.1002-RW/414 tanggal 20 Mei 2020 soal Alokasi Jumlah Unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2020.

Dan ga cuma itu saja, ada juga SK Direktur Jenderal Perumahan Nomor 56/ KPTS/DR/2020 Tanggal 13 Mei 2020 tentang perubahan atas keputusan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Nomor 37/KPTS/DR/2020 tanggal 14 April 2020.

Pak Nursal bilang, program BSPS ini sifatnya cuma stimulan aja buat merangsang masyarakat biar pada punya rumah layak huni.

Jumlah bantuan yang diberikan adalah renovasi atau peningkatan kualitas rumah sebesar Rp 17,5 juta per unit rumah. Dana disalurkan secara dua tahap, tahap pertama sebesar Rp 7,5 juta buat beli material dan Rp 1,25 juta buat bayar tukang.

Di tahap kedua juga sama, Rp 7,5 juta buat beli material dan Rp 1,25 juta buat bayar tukang, jadi dah pas to Rp 17,5 juta. Untuk tahap kedua ini disalurkan kalau progresnya sudah sampai 30 persen.

Untuk mendampingi masyarakat dalam pelaksanaan program BSPS, SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sumatera Barat juga menugaskan Koordinator Fasilitator (Korfas), Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL), dan Tim Teknis dari masing-masing kabupaten/kota

“Sehingga penyalurannya (Program BSPS) tepat sasaran,” pungkas Nursal.


Disadur dari Kompas

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.