Area penampung banjir di Nijmegen

Sebagai warga negara yang berpengetahuan luas tentu harus punya banyak pengetahuan dong. Hehe. Di artikel kali ini kita cari tau yuk gimana sih negara Belanda mengatasi bencana banjir? Negara yang kita kenal sebagai negara kincir angin ini ternyata memunculkan suatu inovasi untuk menampung air banjir lho.. Apa sih inovasi nya ? Cekidot yuk !

Jadi guys, di Belanda sudah ada sebuah daerah yang dijadikan sebagai lahan luapan air ketika banjir yang diberi nama Room for the River. Tapi, ternyata bukan satu satunya daerah yang dijadikan sebagai Room for the River. Ada tempat lain lho yaitu di Biesbosch yang merupakan pertemuan antara sungai wall dan sungai Meuse. Pemerintah Belanda menjadikan daerah ini sebagai tempat luapan banjir yang bisa mencegah terjadinya banjir di tempat lebih padat karena area ini menyediakan dataran rendah di belakang tanggul sebagai penampung air. Daerah tersebut dinamakan Noorwaard Depoldering. Walaupun begitu, menurut Robbert de Koning seorang arsitek Lanskap itu tidak mencegah banjir, tetapi mencegah tanggul bocor.

Eitss..ternyata sudah ada kejadian nih beberapa tahun sebelumnya yang membuat Robbert de Koning mengatakan hal itu. Ternyata 20 tahun lalu pertahanan tanggul di daerah ini mulai retak. Tapi pada saat itu seakan – akan diabaikan oleh pemerintah Belanda. Sampai akhirnya pada tahun 2000 kerusakan tanggul terjadi lagi karena adanya perubahan iklim yang berdampak pada kenaikan muka air di sekitar tanggul.

C:\Users\LENOVO\Documents\4093171088.jpg

Sebenarnya pemerintah Belanda sudah mengalami keberhasilan dalam membuat Room for the River ini belum sih ? wahh.. ternyata pemerintah Belanda sendiri mengakui tidak dapat mencegah banjir yang berasal dari luapan sungai maupun laut. Hehe

Akhirnya dengan beberapa pertimbangan pemerintah Belanda melakukan perubahan secara besar besaran untuk mengurangi potensi bahaya yang mungkin terjadi dari  kerusakan tanggul. Terus untuk apa perubahan besar besaran tersebut?

Jadi guys,, perubahan itu untuk mengatasi beberapa  permasalahan salah satunya yaitu lahan yang akan dijadikan sebagai tempat luapan banjir ternyata telah dipadati oleh penduduk.  Sedangkan banyak penduduk di daerah tersebut yang menolak untuk direlokasi. Udah terlalu nyaman mungkin ya. Hehe

Akhirnya pemerintah Belanda membuat kebijakan dengan menawarkan usulan yaitu jika rumah penduduk berada satu meter diatas ketinggian air baru maka, penduduk boleh tetap tinggal. Akan tetapi jika sebaliknya maka penduduk terpaksa harus berpindah tempat. Oh ya.. ada hal lain yang bisa dimanfaatkan dari pembuatan lahan luapan banjir ini lho.. lahan ini bisa dijadikan lahan basah yang populer di kalangan pecinta burung dan pengendara motor juga bermanfaat dalam merestorasi anak sungai sepanjang 40 km.

Disadur dari Kompas


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *