Gak Cuma Rumah Yang Punya Konsep Smart Home. Kuburan Juga!
C:\Users\LENOVO\Documents\p1.jpg

Tentu kalian semua tidak asing dengan kata pemakaman kan?

Ya benar sekali tempat pulang kita di masa depan nanti. Hehee. Apa kalian pernah berpikir tentang harga lahannya? Tentu sebagian dari kalian ada yang tidak berpikir sampai kesitu . Karena mungkin yang kalian tau pemakaman itu tempat umum ya kan?

Sebuah kuburan atau yang lebih sering kita dengar dengan kata pemakaman memang menjadi suatu area yang banyak menghabiskan lahan, dan hal itu sangat berdampak pada bumi kita pada masa yang akan datang bukan? Untuk membeli sebuah tanah pemakan saja dapat merogoh kocek yang tidak sedikit belum lagi biaya perawatan makam itu sendiri, sudah kebayangkan berapa duit yang harus kita keluarkan. Ternyata meninggal juga butuh modal ya hehe..

Jadi guys.. semakin minim lahan yang tersedia maka semakin mahal juga harga yang harus dikeluarkan, Tapi ada juga sebuah kota yang berada di Cina yang mengembangkan konsep pemakaman yang ramah lingkungan, sementara di kota lainnya membangun kuburan yang  berbasis digital.

 Tidak diragukan lagi, Cina memang  Negara yang luar biasa selain menjadi Negara yang menjadi sumber ekonomi terbesar di dunia. Negara ini juga maju dalam urusan tegnologi dan informasi dan hal tersebut ditemukan oleh sebagian besar warga negara mereka sendiri, mantap gak tuh ?

Ternyata dibalik itu semua ada upaya yang dilakukan untuk mengatasi harga tanah yang semakin hari semakin meningkat karena jumah penduduknya yang ikut meningkat. Lalu apa sih upaya nya?? Ternyata mereka membuat pemakaman yang ramah lingkungan. 

Kenapa dinamakan ramah lingkungan sih?

Jadi guys.. Setiap ada keluarga yang meninggal abu jenazah atau sisa tubuh nya di masukkan kedalam guci yang bisa hancur oleh tanah, sehingga mereka tidak banyak mendirikan nisan untuk pemakaman. Dan masyarakat juga tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menguburkan kerabatnya. Selain ramah lingkungan hemat juga ya ternyata…

Kurangnya lahan juga membuat permintaan area pemakaman sangat diminati.  Melasir dari the Guardian, di kota-kota seperti Beijing, rata-rata harga lot tanah pemakaman sekitar 100,000 atau kurang lebih Rp 210,34 juta, wow harga yang fantastis bukan? 

Sedangkan harga di pemakaman yang populer di ibu kota Cina bisa mencapai 29.800 hingga 288,000 yuan atau setara dengan Rp 62,68 samapai Rp 605,82 juta . dan karena hal tersebut masyarakat lebih mememilih membelikan apartemen untuk kerabat mereka yang meninggal dari pada lahan pemakaman.

Antisipasi pemerintah sendiri yaitu mereka mengambil kebijakan untuk membuat pemakaman yang ramah lingkungan dari pada mendirikan banyak nisan yang menghabiskan lahan. Perbandingan yang menonjolpun terlihat antara pemakaman  dengan guci dan dengan nisan yakni pemakaman yang ramah lingkungan dapat menampung 2000 guci sedangka jika menggunakan nisan hanya dapat menampung 500-600 lot kuburan.

C:\Users\LENOVO\Documents\p2.jpg

Tapi disayangkan… karena pemakaman yang ramah lingkungan tidak menyediakan lot atau tanda kusus dari pengelola kuburan. “Peneriamaan masyarakat terhadap pemakaman ramah lingkungan meningkat,” ujar Direktur pemasaran dan perencanaan di Tianshou, Sun Ying. “saya pikir di masa depan, akan banyak orang bergabung dengan pemakaman ramah lingkungan ini,” lanjutnya. 

 Eitss… sebenarnya banyak sekali ide yang dapat kita tiru dari Negara Cina dalam meminimalisir harga lahan pemakaman yang semakin mahal dan jumlah penduduk yang semakin meningkat pula. Misalnya pemakaman kota Shanghai mempromosikan pemakaman laut serta menawarkan subsidi terhadap keluarga. Tidak hanya itu untuk memindah pemakaman pun pemerintah Cina menawarkan layanan membuat pemakaman hijau. Bahkan di Provinsi Zheijang sudah menerapkan kecanggihan  teknologi digital untuk diterapkan di area pemakaman dengan menggunakan aplikasi pemindai kode QR pada pohon atau lainnya yang di letakkan didekat pemakaman seperti peletakkan lilin atau bunga digital untuk almarhum. Makanya sebagai generasi muda harus semangat ya.. buat menciptakan inovasi inovasi yang baru..

Disadur dari Kompas

.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.